-
FC Twente melunak dan menawarkan kontrak baru bernilai lebih tinggi kepada Mees Hilgers.
-
Hilgers belum bermain musim ini akibat perselisihan kontrak dan kegagalan transfer ke Brest.
-
Keputusan akhir kini ada di tangan Hilgers, apakah bertahan atau mencari klub baru.
Suara.com - Kebuntuan dalam saga kontrak bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers dengan klubnya FC Twente tampaknya akan segera menemui titik terang.
Setelah mengambil sikap keras dengan membekukan sang pemain, manajemen The Tukkers kini dilaporkan 'melunak' dan menyodorkan proposal baru.
Menurut laporan media ternama Belanda, De Telegraaf FC Twente telah mengajukan tawaran kontrak baru dengan nilai yang lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengakhiri perselisihan yang telah membuat Hilgers sama sekali tidak bermain di laga kompetitif musim ini.
"Dalam upaya memecahkan kebuntuan seputar transfer Mees Hilgers, FC Twente baru-baru ini mengajukan tawaran baru yang lebih baik," tulis De Telegraaf.
"Bek berusia 24 tahun itu belum bermain satu menit pun untuk Twente musim ini karena perselisihan dengan klub terkait kontraknya," sambungnya.
Seperti diketahui, perseteruan ini bermula saat Mees Hilgers menyatakan keinginannya untuk pindah pada akhir musim lalu.
Namun, harapannya kandas setelah transfernya ke klub Prancis, Brest gagal di detik-detik akhir.
Kegagalan ini membuat status pemain keturunan Manado ini menggantung, di mana ia hanya diizinkan berlatih dan bermain di laga uji coba, namun disisihkan dari skuad utama.
Baca Juga: Media Uzbekistan Anggap Timnas Indonesia Bakal Cocok Dilatih Timur Kapadze
Klub mengambil sikap tegas karena tidak ingin kehilangan aset berharganya secara gratis, mengingat kontrak sang bek akan berakhir pada Juni 2026.
Kini dengan adanya tawaran kontrak baru yang lebih menggiurkan, bola sepenuhnya berada di tangan Mees Hilgers dan agennya.
Apakah tawaran ini cukup untuk membuatnya bertahan, atau ia akan tetap pada pendiriannya untuk mencari tantangan baru.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Jesus Casas, Enternador Spanyol Dianggap Cocok Latih Timnas Indonesia
-
Patrick Kluivert Jadi Pelatih Tersingkat Timnas Indonesia Pasca Sanksi FIFA
-
Pernah Latih Ivar Jenner hingga Georginio Wijnaldum, Sosok Ini Bisa Gantikan Patrick Kluivert
-
Siapa Timur Kapadze? Arsitek Uzbekistan yang Dianggap Cocok Latih Timnas Indonesia
-
Adu Calon Pelatih Timnas Indonesia: Jesus Casas vs Timur Kapadze, Siapa Layak Gantikan Kluivert?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK
-
3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing
-
Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya
-
4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat
-
Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata
-
Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur
-
Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?
-
Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi
-
Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z