- Arsenal tetap perkasa meski tanpa Martin Odegaard dan beberapa pemain inti.
- Ray Parlour menilai Mikel Arteta sudah membangun skuad yang seimbang dan tangguh.
- Arsenal menjaga tren positif dan peluang juara tetap terbuka lebar.
Suara.com - Legenda Arsenal, Ray Parlour, menilai bahwa tim asuhan Mikel Arteta kini memiliki kedalaman skuad yang begitu solid hingga absennya Martin Odegaard hampir tak terasa.
Akhir pekan lalu, Arsenal sukses mengalahkan Crystal Palace 1-0. Kemenangan yang membuat The Gunners memperlebar jarak menjadi empat poin di puncak klasemen Premier League.
Meski sejumlah pemain penting seperti Odegaard, Kai Havertz, Noni Madueke, dan Gabriel Jesus masih absen karena cedera lutut, performa Arsenal tetap stabil.
Kedalaman skuad yang dimiliki Arteta terbukti mampu menutupi kehilangan beberapa bintang utama, termasuk kapten Odegaard.
“Odegaard sudah lama absen, tapi kami bahkan tidak merasakannya,” kata Parlour dilansir dari SportsMole.
“Skuad ini sangat kuat. Mereka punya keseimbangan yang luar biasa antara pemain muda dan berpengalaman. Semua berjalan dengan arah yang tepat.”
Namun, Parlour juga mengingatkan agar para penggemar tidak terlalu cepat berpuas diri.
“Saya pernah ada di posisi mereka ketika kami tertinggal 12 poin pada 1998 dan akhirnya juara setelah menang 10 laga beruntun. Jadi apa pun bisa terjadi. Liga ini sangat ketat dan sulit,” ujarnya.
Secara statistik, absennya Odegaard memang tidak berdampak negatif.
Baca Juga: Kekuatan Berkurang, Arsenal Tanpa William Saliba dan Gabriel Martinelli saat Lawan Brighton
Arsenal mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam laga terakhir di semua kompetisi tanpa sang kapten.
Bahkan, produktivitas dari bola mati tetap terjaga berkat peran Declan Rice dan Bukayo Saka sebagai eksekutor.
Meski demikian, produktivitas pribadi Odegaard sedikit menurun musim ini.
Pemain asal Norwegia itu baru mencatat dua assist, salah satunya penting ketika umpannya menghasilkan gol penentu kemenangan atas Newcastle United.
“Arsenal punya peluang besar menjuarai liga tahun ini. Tapi musim masih panjang. Jika mereka bisa menjaga konsistensi dan kebersamaan, trofi bisa jadi milik mereka.” tegas Parlour.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026