- Juan Sebastian Veron adalah gelandang berbakat dengan kemampuan lengkap dan visi permainan luar biasa.
- Kariernya di Inggris tidak secerah di Italia karena faktor adaptasi dan gaya permainan.
- Kepulangannya ke Estudiantes menegaskan statusnya sebagai legenda sejati.
Keputusan itu terbukti tepat. Bersama Diego Simeone di lini tengah, Veron menjadi motor utama Lazio yang menjuarai Serie A 1999/2000 dan menutup musim dengan double winner (Scudetto dan Coppa Italia).
Permainannya memukau: umpan-umpan akurat, visi tajam, dan kemampuan mengatur tempo membuatnya dijuluki otak tim.
Banyak yang menilai, musim tersebut adalah puncak karier Veron di Eropa.
Pindah ke Inggris: Harapan Tinggi, Realita Berbeda
Tahun 2001, Manchester United memecahkan rekor transfer Inggris dengan menebus Veron seharga £28,1 juta.
Sir Alex Ferguson melihatnya sebagai kunci untuk membawa United kembali berjaya di Eropa.
Awal kariernya menjanjikan, Veron mencetak tiga gol dalam empat laga dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier League bulan September 2001.
Namun seiring waktu, adaptasinya tersendat.
Perbedaan gaya permainan, intensitas fisik Liga Inggris, dan kendala bahasa membuatnya sulit menemukan konsistensi.
Baca Juga: Piala Dunia U-17 2025: Ambisi Argentina Ulang Memori Indah Qatar 2022
Sir Alex Ferguson sempat membela anak asuhnya dengan legendaris, “He’s a fcking great player, and you’re all fcking idiots!”
Ungkapan yang kini masih dikenang sebagai bentuk keyakinan Ferguson terhadap talenta sang pemain.
Sayangnya, Veron tak pernah benar-benar menemukan tempatnya di Old Trafford.
Kombinasi dengan Roy Keane dan Paul Scholes sering kali tak seimbang, dan dua musim kemudian ia dilepas ke Chelsea, yang saat itu baru diambil alih Roman Abramovich.
Namun, cedera membuatnya hanya tampil 15 kali sebelum akhirnya kembali ke Serie A bersama Inter Milan.
Di sanalah, Veron kembali menunjukkan kelasnya dengan membantu Inter meraih gelar Serie A 2005/06.
Pulang Kampung dan Jadi Legenda
Pada 2006, Veron pulang ke klub masa kecilnya, Estudiantes, untuk menutup karier dengan cara istimewa.
Di bawah arahan Diego Simeone, ia membawa klub itu meraih gelar liga pertama dalam 23 tahun, dan kemudian menorehkan sejarah dengan memenangkan Copa Libertadores 2009, gelar yang terakhir diraih klub itu saat ayahnya masih bermain empat dekade sebelumnya.
Di final melawan Cruzeiro, Veron yang kala itu berusia 34 tahun menjadi Pemain Terbaik Turnamen.
Setelah pensiun, Veron melanjutkan pengabdiannya sebagai presiden klub Estudiantes, memastikan warisan keluarganya terus hidup di kota La Plata.
Kontributor: Azka Putra
Tag
Berita Terkait
-
Piala Dunia U-17 2025: Ambisi Argentina Ulang Memori Indah Qatar 2022
-
Jadi Kunci Kemenangan Chelsea, Moises Caicedo Disamakan dengan Peraih Ballon d'Or
-
Sean Dyche Murka! Tuding Gol Manchester United Tidak Sah
-
Chelsea Bungkam Tottenham, Jamie Carragher Sebut Caicedo Monster di Lini Tengah
-
Chelsea Tekuk Tottenham! 5 Fakta Kemenangan The Blues di Derby London
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026