- Claudia Scheunemann, 16 tahun, resmi debut dan langsung mencetak dua gol untuk FC Utrecht.
- Bintang muda Indonesia ini melihat Liga Belanda sebagai batu loncatan menuju klub elite Eropa.
- Ia berharap menjadi inspirasi bagi generasi pesepak bola putri Indonesia.
Suara.com - Pemain keturunan Indonesia-Jerman, Claudia Scheunemann belum genap 17 tahun, namun namanya sudah mendapat perhatian besar di Belanda.
Striker Timnas Putri Indonesia ini menjadi pemain termuda dalam skuad FC Utrecht Women sejak didatangkan pada musim panas lalu. Dan pada debut resminya, ia langsung mencuri sorotan.
“Saya terutama ingin menginspirasi anak-anak perempuan di Indonesia,” ujarnya dikutip dari AD, Jumat (7/11/2025).
Popularitas Scheunemann sejatinya sudah meledak sebelum ia mendarat di Eropa.
Di usia 13 tahun, ia menjadi debutan termuda dalam sejarah Timnas Putri Indonesia.
Tidak lama kemudian, ia juga mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda—sebuah rekor yang masih ia pegang.
Tak heran bila jumlah pengikut Instagram-nya melampaui 200 ribu orang, jauh di atas rekan setimnya di Utrecht.
Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah kehadirannya hanya sebatas strategi publikasi klub? Atau ia memang bakat besar yang siap meledak di Eropa?
Pertanyaan itu mulai terjawab saat ia akhirnya turun bertanding.
Baca Juga: Komentar Penyerang Keturunan Medan Bikin Timnas Indonesia Tenang, Kenapa?
Tertahan Regulasi, Lalu Menggebrak
Meski bergabung sejak awal musim, Scheunemann sempat tertunda tampil karena dokumen FIFA belum sepenuhnya disetujui.
Pelatih Utrecht, Linda Helbling, sebenarnya sudah ingin memberi kesempatan lebih awal, namun proses administrasi membuatnya hanya bisa duduk di bangku cadangan dalam beberapa laga liga.
Kesempatan itu baru datang di ajang KNVB Cup melawan IJFC. Tertinggal di babak pertama, Utrecht bangkit, membuka ruang bagi Helbling memberikan debut untuk sang remaja.
Dalam laga itu, Scheunemann menunjukkan alasan sebenarnya ia direkrut: kualitas. Hanya dalam 25 menit, ia mencetak dua gol.
“Memang kami menghadapi tim amatir, tetapi tetap saja, ini debut yang hanya bisa kamu impikan,” kata Claudia Scheunemann.
Perubahan Hidup di Usia 16
Hijrah ke Belanda berarti hidup mandiri — sesuatu yang baru bagi pemain berusia 16 tahun.
Musim lalu ia membela HSV Hamburg di Jerman, negara di mana ia merasa nyaman berkat darah Jerman dari sang ayah.
Di sana ia tinggal bersama keluarga asuh yang membantu urusan sehari-hari.
Kini, Scheunemann tinggal bersama dua rekannya di Utrecht, Lena Mahieu dan Dieke van Straten.
“Mereka luar biasa, tapi sekarang saya harus mulai memasak sendiri,” ujarnya sambil tertawa.
Kekhawatiran lain datang dari faktor bahasa. Namun ternyata adaptasi justru lebih mudah dari dugaannya.
“Saya sempat takut soal bahasa, tapi semua orang di sini berbahasa Inggris dengan sangat baik,” katanya.
Ia juga memuji staf klub dan rekan setim yang membuatnya cepat merasa nyaman.
Ambisi: Dari Utrecht ke Klub Besar Eropa
Scheunemann kini bermain sebagai winger yang tengah dilatih untuk menjadi striker murni oleh Utrecht.
Targetnya jelas: berkembang pesat di Belanda, lalu naik ke liga yang lebih kompetitif.
“Banyak pemain di liga ini berkembang sangat baik dan kemudian pindah ke liga besar,” ujarnya.
“Saya berharap bisa seperti itu juga. Pertama lewat klub perantara, lalu ke klub top. Klub impian saya? FC Barcelona atau Arsenal. Siapa tahu.”
Striker muda ini berpeluang tampil dalam laga liga melawan Excelsior akhir pekan ini, yang bisa menjadi debutnya di Eredivisie.
Mimpi Lebih Besar
Bagi Scheunemann, bermain di Eropa bukan hanya soal karier pribadi.
“Saya satu-satunya, dan yang pertama, pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Akhirnya, saya ingin menjadi role model untuk semua gadis yang bermain sepak bola di Indonesia. Semoga mereka juga bisa mengejar mimpi sebagai pesepak bola,” ujarnya.
Perjalanan baru dimulai, tetapi potensi dampaknya bagi sepak bola putri Indonesia bisa melampaui gol dan assist miliknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Berharap Timnas Indonesia juga Bisa Sehebat Tim Futsal
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding
-
Kutukan Iran Terhadap Pelatih Spanyol, Indonesia Punya Peluang di Final Piala Futsal Asia 2026?