- Sejak awal September, Lamine Yamal terus bergulat dengan rasa nyeri di bagian selangkangan akibat hernia.
- Cedera ini mengganggu kemampuan eksplosifnya di lapangan, termasuk dalam hal akselerasi, berbelok tajam, dan menembak bola.
- Selama dua bulan terakhir, pihak Barcelona mencoba menangani cedera tersebut dengan terapi fisioterapi dan istirahat total, agar tidak berkembang menjadi masalah kronis.
Suara.com - Barcelona mengambil langkah medis tidak biasa untuk menangani cedera sports hernia yang dialami bintang muda mereka, Lamine Yamal.
Pemain berusia 18 tahun itu diketahui menjalani perawatan radiofrekuensi, sebuah metode yang disebut sebagai tahap antara sebelum operasi.
Sejak awal September, Lamine Yamal terus bergulat dengan rasa nyeri di bagian selangkangan akibat hernia.
Cedera ini mengganggu kemampuan eksplosifnya di lapangan, termasuk dalam hal akselerasi, berbelok tajam, dan menembak bola.
Selama dua bulan terakhir, pihak Barcelona mencoba menangani cedera tersebut dengan terapi fisioterapi dan istirahat total, agar tidak berkembang menjadi masalah kronis.
Namun, setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis asal Belgia, Ernest Schilders, tim medis memutuskan melakukan langkah medis baru berupa perawatan radiofrekuensi.
Menurut laporan Cadena COPE, prosedur ini dilakukan atas permintaan pihak Lamine Yamal sendiri.
Dengan panduan sinar-X atau ultrasonografi, jarum dimasukkan ke area saraf yang terpengaruh dan dialiri arus listrik ringan.
Tujuannya untuk memutus siklus rasa sakit tanpa harus langsung menjalani operasi.
Baca Juga: Hampir Lumpuh Permanen, Kiper Keturunan Indonesia Ini Hampir Tanding Lawan Barcelona
Efek samping yang muncul biasanya berupa nyeri ringan selama 24 hingga 48 jam setelah prosedur.
Namun, perawatan ini diharapkan dapat meredakan gejala hingga beberapa bulan, memungkinkan Yamal untuk kembali berlatih dan memperkuat otot-otot yang terdampak melalui program rehabilitasi.
Langkah ini menjadi alternatif sementara sebelum operasi, dengan harapan Yamal bisa pulih tanpa harus menjalani tindakan bedah besar.
Meski demikian, hasilnya sangat bergantung pada proses pemulihan dan latihan penguatan otot yang dilakukan setelahnya.
Namun, langkah Barcelona ini justru memicu ketegangan dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Federasi mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa Yamal telah menjalani prosedur invasif tersebut pada Senin, 10 November 2025, tepat di hari pertama pemusatan latihan timnas Spanyol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun