- PSSI menunda penentuan suksesor Patrick Kluivert, mengindikasikan pelatih baru efektif bekerja jelang Maret 2026.
- Penundaan ini berisiko menghilangkan waktu krusial adaptasi taktik dan pembangunan *chemistry* tim Garuda.
- Kekosongan pelatih kepala menciptakan ketidakpastian program teknis serta berpotensi mematikan momentum kepercayaan publik.
Suara.com - Pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang tak mau buru-buru dalam menentukan siapa suksesor Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, mungkin terdengar bijaksana.
Itu bisa jadi sebuah sinyal bahwa federasi ingin melakukan proses seleksi pelatih baru Timnas Indonesia dengan cermat dan teliti.
Namun, di balik sikap tenang itu, terdapat potensi efek buruk mengancam persiapan skuad Garuda andai PSSI tak kunjung menentukan piliha soal sosok pelatih anyar.
Setelah era Patrick Kluivert berakhir, kursi panas pelatih kepala kini kosong.
PSSI memang mengindikasikan bahwa sang nakhoda baru baru akan benar-benar efektif bekerja jelang agenda internasional pada Maret 2026.
Secara kalender, itu mungkin masuk akal. Tapi dalam realita sepak bola, menunda penunjukan pelatih adalah sebuah perjudian besar.
Ada setidaknya tiga potensi efek buruk yang mengintai jika Timnas Indonesia terlalu lama berada dalam status tanpa pelatih.
1. Hilangnya Waktu Adaptasi yang Krusial
Sepak bola bukanlah ilmu pasti di mana seorang pelatih bisa datang H-1 dan langsung menyulap tim.
Baca Juga: Jordi Cruyff Bakal Cabut Tinggalkan PSSI, Selangkah Lagi Gabung AFC Ajax
Seorang pelatih baru butuh waktu. Waktu untuk menanamkan filosofi, waktu untuk mencoba berbagai skema taktik, waktu untuk mengenal karakter setiap pemain, dan yang terpenting, waktu untuk membangun chemistry.
Jika pelatih baru datang terlalu mepet ke bulan Maret, ia tidak akan punya kemewahan itu.
Ia akan dipaksa bekerja dalam mode 'pemadam kebakaran', bukan sebagai 'arsitek'.
Waktu berharga antara sekarang hingga akhir tahun, yang seharusnya bisa digunakan untuk fondasi, akan terbuang percuma.
2. Ketidakpastian
Tanpa pelatih kepala, siapa yang akan memimpin program teknis? Siapa yang akan memantau performa pemain di liga setiap pekannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Tampil Cuma Beberapa Detik, Elkan Baggott Bantu Ipswich Town Singkirkan Mantan dari Piala FA
-
Real Madrid Gagal Raih Piala Super Spanyol, Perasaan Xabi Alonso Campur Aduk
-
Gestur Mbappe Jadi Sorotan, Pemain Real Madrid Tolak Beri Guard of Honour untuk Barcelona
-
Raphinha Menggila, Lewandowski Mematikan, Hansi Flick: Dominasi Baru Blaugrana
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
Kabar Manis untuk John Herdman, Elkan Baggott Akhirnya Kembali Tampil di Level Senior
-
Komentar Pelatih Fortuna Sittard Usai Justin Hubner Jadi Pahlawan Tim
-
Punya Rekor Buruk, Liverpool Pandang Serius Duel Lawan Klub Kasta Ketiga Ini
-
Kabar Buruk untuk Liverpool, Conor Bradley Menepi Hingga Akhir Musim
-
Persib Bandung Kecam Ancaman Pembunuhan Terhadap Keluarga Thom Haye