- PSSI menunda penentuan suksesor Patrick Kluivert, mengindikasikan pelatih baru efektif bekerja jelang Maret 2026.
- Penundaan ini berisiko menghilangkan waktu krusial adaptasi taktik dan pembangunan *chemistry* tim Garuda.
- Kekosongan pelatih kepala menciptakan ketidakpastian program teknis serta berpotensi mematikan momentum kepercayaan publik.
Siapa yang menentukan kriteria pemain yang dibutuhkan untuk skema permainan di masa depan?
Meskipun ada Direktur Teknik, peran pelatih kepala sebagai eksekutor di lapangan tidak tergantikan. Kekosongan ini menciptakan 'ruang hampa kekuasaan' yang membuat program menjadi abu-abu.
Para pemain pun berada dalam ketidakpastian. Mereka tidak tahu harus beradaptasi dengan gaya main seperti apa, dan apakah nama mereka masih masuk dalam radar tim nasional atau tidak.
3. Mematikan Momentum dan Kepercayaan Publik
Dalam beberapa tahun terakhir, antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia berada di titik tertinggi.
Kekosongan kursi pelatih yang terlalu lama berisiko mematikan momentum emas ini. Kepercayaan dan kesabaran suporter ada batasnya.
Selain itu, pelatih baru yang datang terlambat akan langsung berhadapan dengan tekanan yang jauh lebih besar.
Ia tidak akan memiliki "masa bulan madu" karena publik sudah terlanjur cemas dan tidak sabar. Setiap kesalahan kecil akan langsung menjadi sorotan tajam.
PSSI mungkin ingin yang terbaik, tetapi dalam sepak bola, waktu adalah musuh sekaligus kawan. Dan saat ini, waktu sepertinya tidak sedang berpihak pada Timnas Indonesia.
Baca Juga: Jordi Cruyff Bakal Cabut Tinggalkan PSSI, Selangkah Lagi Gabung AFC Ajax
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Inter Milan vs Napoli: Chivu Percaya Pemain Muda, Zielinski dan Bisseck Disiapkan Jadi Starter
-
Isu Panas di Old Trafford: Bruno Fernandes Bakal Ikuti Jejak Ruben Amorim?
-
Jelang Inter Milan vs Napoli, Hakan Calhanoglu Ungkap Pernyataan Mengejutkan
-
Viral Emosi Thom Haye di Laga Persib vs Persija, Ungkap Kesedihan hingga Terima Ancaman Kematian
-
Final Piala Super Spanyol: Courtois vs Joan Garca, Duel Kiper Penentu El Clasico
-
Kata-kata Beckham Putra Usai Bikin Persija Jakarta Menangis di GBLA
-
Legenda Manchester United Kagumi Karakter Rendah Hati Declan Rice, Punya Mental Baja
-
Bojan Hodak Senyum Lebar Persija Pulang ke Jakarta Tanpa Poin: Mereka Cuma Sekali Shoot
-
Jude Bellingham Bongkar Faktor X yang Bisa Bikin Real Madrid Pecundangi Barcelona
-
Persib Tekuk Persija, Thom Haye: Keluarga Diteror Hingga Dapat Ancaman Pembunuhan