- Mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann, menilai masa jabatan Arne Slot di ambang akhir karena performa buruk tim.
- Liverpool mengalami penurunan drastis performa dengan sembilan kekalahan dari dua belas laga terakhir saat ini.
- Hamann menduga Slot kehilangan kendali ruang ganti dan klub mulai mempertimbangkan opsi mengembalikan Jurgen Klopp.
Suara.com - Tekanan terhadap Arne Slot semakin berat. Mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann, menilai masa jabatan manajer asal Belanda itu“sudah mendekati akhir setelah The Reds menelan sembilan kekalahan dalam 12 pertandingan terakhir.
Padahal Liverpool membuka musim dengan tujuh kemenangan beruntun.
Namun performa mereka kemudian merosot tajam dengan tiga kekalahan telak berturut-turut, 0-3 dari Manchester City, 0-3 dari Nottingham Forest, dan 1-4 di Anfield saat menjamu PSV Eindhoven.
Rangkaian hasil buruk ini menjadi periode terburuk Liverpool sejak musim 1953–1954.
Slot pun mendapat sorotan tajam meski baru musim lalu membawa Liverpool menjadi juara Premier League.
Hamann, bagian dari skuad juara Liga Champions 2005, menilai apa yang terjadi saat ini menunjukkan Slot telah kehilangan kendali ruang ganti.
“Akhir Slot sudah dekat,” ujar Hamann kepada Sky Sport Germany.
“Saya tak pernah menyangka setelah musim hebat sebelumnya, tapi saya percaya kreditnya sudah habis.”
Menurutnya, permainan Liverpool kini tidak lagi terorganisir.
Baca Juga: Sebelum Gagal Total di Liverpool, Florian Wirtz Nyaris Gabung Bayern Muenchen
“Slot sudah kehilangan kontrol tim. Semuanya berantakan, semua pemain tampak melakukan apa yang mereka mau—seperti Salah sebelum gol kedua PSV,” tegas Hamann.
Ia juga pesimistis Liverpool bisa finis di empat besar jika situasi tidak cepat dibenahi.
“Masalahnya terlalu kompleks. Klub pasti sudah mulai membahas posisi manajer,” ujarnya.
Hamann bahkan menyebut opsi yang lebih ekstrem: mencoba memulangkan Jurgen Klopp.
Klopp meninggalkan Liverpool pada 2024 setelah sembilan tahun penuh trofi, mulai dari Premier League hingga Liga Champions.
Pelatih asal Jerman itu mundur karena merasa kehabisan energi dan sejak awal tahun menjabat sebagai Head of Global Football di Red Bull.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!