- Manchester United membalikkan keadaan menjadi 2-1 atas Crystal Palace berkat dua gol bola mati di babak kedua.
- Pelatih Ruben Amorim mengakui efektivitas bola mati MU banyak hasil belajar dan "mencuri" ide dari klub Premier League.
- Kemenangan ini merupakan kemenangan tandang liga pertama MU sejak Maret setelah tertinggal lebih dulu di babak pertama.
Suara.com - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, membuka fakta menarik usai timnya membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park.
Ia mengakui bahwa sebagian besar efektivitas bola mati MU musim ini berasal dari hasil mengamati dan “mencuri” ide dari klub lain di Premier League.
Kemenangan ini datang lewat dua gol pada babak kedua, masing-masing dari Joshua Zirkzee dan Mason Mount, yang keduanya bermula dari skema bola mati hasil umpan Bruno Fernandes.
Dua momen itu jadi penentu setelah MU sempat tertinggal 0-1 saat jeda lewat penalti ulang Jean-Philippe Mateta.
Musim ini, MU telah mengumpulkan 10 gol dari situasi bola mati di Premier League, jumlah yang sama dengan pemuncak klasemen Arsenal.
Pencapaian itu membuat Amorim mulai mendapat perhatian atas detail taktikal yang ia terapkan di Carrington.
“Kami bekerja sangat banyak,” ujar Amorim ketika ditanya soal perkembangan MU dalam eksekusi bola mati.
“Kami punya lebih banyak waktu untuk bekerja, kami bekerja sangat banyak dan kami belajar banyak di Inggris"
"Saya rasa kalian sudah biasa melihat itu, tapi ketika datang ke Premier League Anda belajar banyak dari tim lain bagaimana melakukannya dan kami banyak mencuri hal-hal untuk mencetak gol," tambahnya dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Suara Jurgen Klopp Balik ke Liverpool Makin Menggema, Era Arne Slot Segera Berakhir
Laga ini datang hanya beberapa hari setelah kekalahan menyakitkan dari Everton yang bermain dengan 10 pemain.
Setelah tampil kurang meyakinkan di babak pertama, MU akhirnya menunjukkan reaksi yang berbeda di paruh kedua dan mencatatkan kemenangan tandang liga pertama mereka sejak Maret.
“Saya hanya mengatakan kepada para pemain bahwa kami harus lebih hidup dan Anda bisa merasakannya,” kata Amorim.
“Jadi jika Anda lebih hidup, Anda berada di lebih banyak tempat, Anda lebih dekat dengan bola lebih sering. Saya rasa semua orang melakukan itu," kata Amorim.
"Tapi kami juga perlu memahami bahwa lawan juga lelah di babak kedua. Dan ketika Anda meningkatkan ritme dan lawan sedikit lelah, langsung kebobolan, Anda bisa merasakan bahwa kami mengendalikan permainan dan itu saja.”
Dengan kemenangan ini, MU tidak hanya memutus tren negatif tandang, tetapi juga menegaskan bahwa skema bola mati kini menjadi salah satu senjata paling mematikan dalam era Amorim.
Jika efektivitas ini terus berlanjut, sorotan pada bagaimana MU “mencuri” dan memodifikasi ide set-piece bisa menjadi topik hangat sepanjang musim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Antonio Rudiger Bertahan, Alasan Real Madrid Tunda Pengumuman Resmi Kontrak Baru Sang Bek
-
John Herdman Waspadai Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026
-
Misteri Hattrick Piala Dunia: Mengapa Paling Banyak Terjadi di Hari Minggu?
-
Rekor Debutan Termuda Piala Dunia: Pele hingga Etoo, Siapa yang Paling Muda dalam Sejarah
-
8 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Dicoret John Herdman di FIFA Matchday Juni
-
Cristiano Ronaldo Jadi Beban? Pundit Sebut Portugal Lebih Berbahaya Tanpa CR7
-
Kisah Langka di Piala Dunia 2026! Dua Saudara Kandung Jadi Andalan Prancis Kejar Gelar Juara
-
Skuad Resmi Meksiko untuk Piala Dunia 2026, Guillermo Ochoa Cetak Rekor Bersejarah
-
Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Haramkan Cara Cerdik Arsenal Cetak Gol
-
Bedah Statistik: Ini Alasan Andoni Iraola Cocok Gantikan Arne Slot di Liverpool!