- PSSI mengerucutkan pencarian pelatih Timnas Indonesia menjadi dua kandidat utama, Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman.
- Kedua pelatih tersebut telah menjalani sesi wawancara dengan perwakilan PSSI yang tengah berada di wilayah Eropa.
- John Herdman memiliki catatan kontroversial karena meremehkan Kroasia sebelum laga Piala Dunia 2022.
Suara.com - Perburuan PSSI untuk menemukan nakhoda baru Timnas Indonesia kini telah mengerucut ke dua nama besar dengan karakter yang sangat berbeda yaitu Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman.
Jurnalis Inggris, Dharmesh Sheth bahkan melaporkan bahwa kedua pelatih tersebut sudah menjalani sesi wawancara dengan perwakilan PSSI yang kini berada di Eropa.
”Pelatih Liverpool Giovanni van Bronckhorst sedang dipertimbangkan untuk peran Head Coach dengan Indonesia,” tulis akun X @skysports_sheth.
”Mantan pelatih kepala Kanada John Herdman telah diwawancarai untuk peran tersebut,” lanjutnya.
Sementara Van Bronckhorst dikenal dengan rekam jejak juaranya, John Herdman memiliki CV yang tak kalah mentereng, yakni sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Namun, di balik prestasi itu tersimpan sebuah sisi kontroversial yang pernah membuatnya menjadi musuh publik satu negara.
Insiden yang membuat Kroasia murka. Momen panas itu terjadi di panggung terbesar, Piala Dunia 2022 Qatar.
Menjelang laga krusial melawan Kroasia, Herdman terekam melontarkan kata-kata kasar yang ditujukan untuk meremehkan sang lawan dalam sebuah sesi pep talk di ruang ganti.
Tujuannya adalah untuk membakar semangat para pemain Kanada. Namun, alih-alih menjadi rahasia tim, ucapan tersebut bocor ke publik dan langsung memantik amarah media serta suporter Kroasia.
Baca Juga: Liverpool Ancang-ancang Cari Pengganti Giovanni van Bronckhorst Jika ke Timnas Indonesia
Salah satu surat kabar ternama di Kroasia bahkan menjadikan kata-kata kasar Herdman sebagai judul utama di halaman depan mereka, sebuah deklarasi perang psikologis yang terbuka.
Pada akhirnya, di atas lapangan, Kroasia memberikan jawaban yang telak. Mereka membantai Kanada dengan skor 4-1, sebuah hasil yang membuat Herdman menjadi sasaran cemoohan.
Saat dimintai klarifikasi, ia berkilah bahwa ucapannya murni sebuah taktik motivasi internal yang tidak seharusnya bocor.
Insiden ini menjadi cerminan dari karakter John Herdman, seorang pelatih yang penuh gairah, tidak takut untuk mengambil risiko dan terkadang tindakannya bisa sangat provokatif dan kontroversial.
Kini PSSI dihadapkan pada pilihan menarik: memilih sosok dengan pendekatan yang lebih tenang dan terukur, atau mendatangkan seorang juru taktik dengan mentalitas pejuang yang tak segan menciptakan drama demi sebuah kemenangan.
Berita Terkait
-
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 Pada 8 dan 12 Desember
-
Kenapa Marselino Ferdinan Batal Bergabung Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025?
-
Persiapan Timnas Indonesia U-22 Kian Matang Jelang Lawan Filipina di SEA Games 2025
-
Indra Sjafri Coret Marselino Ferdinan dari Skuad Timnas Indonesia U-22, Siapa Penggantinya?
-
Jadwal Drawing Piala Dunia 2026, Lengkap dengan Link Live Streaming
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Nestapa Mohamed Salah di Piala Afrika 2026 Kini Pulang ke Anfield Demi Tempat Utama
-
Florentino Perez Dikepung Amarah Fans, Bernabeu Jadi Saksi Krisis Real Madrid
-
Sassuolo Kalah Tipis dari Napoli, Jay Idzes: Kami Bikin Pasukan Conte Kerepotan
-
Incar Kemenangan ke-12 Beruntun, Barcelona Diterpa Kabar Buruk Jelang Lawan Real Sociedad
-
Scudetto Makin Menjauh, Tiket Liga Champions Jadi Paling Realistis Bagi Juventus
-
Kim Sang-sik Disebut Tak Punya Rival Seimbang di Piala AFF 2026, John Herdman Diremehkan?
-
Jacksen F. Tiago Turun Gunung, Sebut Pembinaan Usia Dini Kunci Emas Sepak Bola Putri Indonesia
-
Rapor Miliano Jonathans Usai Debut di Excelsior: Main 16 Menit Tapi Jadi Kreator Gol
-
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia, Kolaps Dipinggir Lapangan
-
Ronald Koeman Merasa Belanda Tak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026