-
Indonesia U-22 menunggu hasil Grup B (Malaysia vs Vietnam) untuk lolos.
-
Jika Grup B seri, Indonesia U-22 dipastikan gagal ke semifinal.
-
Indonesia U-22 wajib menang besar atas Myanmar untuk jaga asa.
Suara.com - Timnas Indonesia U-22 menghadapi situasi genting dalam persaingan menuju babak semifinal cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand.
Peluang kelolosan Garuda Muda ke fase empat besar sangat bergantung pada hasil pertandingan krusial dari Grup B antara Malaysia dan Vietnam yang dijadwalkan bertanding sore ini pukul 16.00 WIB.
Kedua tim dari Grup B, Malaysia dan Vietnam, saat ini sama-sama menduduki peringkat teratas dengan koleksi tiga poin.
Peraturan turnamen ini menyatakan hanya juara dari tiga grup dan satu runner-up terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal.
Hitung-hitungan Penting di Grup B dan Konsekuensinya
Jika pertandingan antara Malaysia dan Vietnam berakhir dengan skor imbang, kedua tim tersebut otomatis akan lolos ke semifinal dengan perolehan empat poin.
Hasil seri ini akan menempatkan Vietnam sebagai runner-up terbaik yang lolos ke semifinal, menggeser potensi kelolosan tim dari grup lainnya.
Dalam skenario hasil imbang Grup B, laga terakhir Indonesia U-22 di Grup C melawan Myanmar, yang akan dimainkan Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB, menjadi tidak relevan.
Meskipun Timnas Indonesia U-22 berhasil menang dengan skor besar atas Myanmar, perolehan maksimal poin mereka hanya akan mencapai tiga poin, dan tidak akan cukup untuk melampaui empat poin milik Vietnam.
Baca Juga: Pelatih Malaysia dan Vietnam Kompak Incar Kemenangan, Timnas Indonesia U-22 Diuntungkan
Sebaliknya, jika ada tim pemenang dalam duel antara Malaysia atau Vietnam, maka pintu kesempatan bagi Indonesia U-22 untuk melaju ke semifinal masih terbuka lebar.
Harapan dan Syarat Kelolosan Indonesia U-22
Syarat utama bagi Timnas Indonesia U-22 adalah meraih kemenangan mutlak saat berhadapan dengan Myanmar di laga pamungkas.
Kemenangan ini harus disertai dengan upaya mencetak gol sebanyak-banyaknya untuk memperbaiki selisih gol, demi mengamankan status sebagai runner-up terbaik.
Saat ini, status runner-up dari Grup A dipegang oleh Timor Leste yang sudah menyelesaikan seluruh pertandingan mereka.
Dengan telah memainkan dua laga, perolehan poin Timor Leste sudah tidak dapat bertambah lagi sehingga Indonesia U-22 harus melampauinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Pembuktian Harry Kane sebagai Striker Tertajam di Planet, Bisakah Bawa Inggris Juara Piala Dunia?
-
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Jadwal Hari Pertama Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen dengan Aroma Nostalgia
-
Josko Gvardiol Dihadapkan pada Dua Pilihan, Bertahan di Manchester City atau Gabung Real Madrid
-
Joe Cole Dorong Chelsea Rekrut Marcus Rashford setelah Barcelona Mundur
-
Cristiano Ronaldo Melempem! Buang 3 Peluang Emas Saat Portugal Susah Payah Kalahkan Nigeria
-
Klub Premier League Ini Tertarik Boyong Ruben Amorim
-
Manchester United Pantau Sandro Tonali, AC Milan Masih Jadi Tujuan Utama
-
Dipecat Real Madrid, Alvaro Arbeloa Menuju Klub Premier League
-
Ironi Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Sesalkan Wasit Somalia Dideportasi AS