-
PSSI belum menerima laporan resmi terkait kabar penolakan John Heitinga.
-
Zainudin Amali menyebut Exco belum rapat membahas calon pelatih Timnas Indonesia.
-
Tiga nama kandidat terkuat: Van Bronckhorst, Jesus Casas, dan Hallgrimsson.
Suara.com - Ketidakjelasan melingkupi proses penunjukan pelatih baru untuk menakhodai Timnas Indonesia menyusul adanya isu penolakan dari legenda Belanda.
John Heitinga, mantan pemain ternama, dilaporkan oleh media Belanda, soccernews.nl, belum menunjukkan minat untuk mengambil peran sebagai arsitek Skuad Garuda.
Isu penolakan Heitinga ini muncul di tengah upaya intensif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam mencari figur yang tepat.
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, memberikan tanggapan terkait kabar yang beredar luas di media.
Saat dihubungi pada Kamis (11/12/2025), Amali menegaskan bahwa ia dan jajaran Komite Eksekutif (Exco) PSSI belum mendapatkan laporan resmi.
Perkembangan terkait calon pelatih Timnas Indonesia, termasuk isu penolakan dari Heitinga, belum sampai ke meja petinggi PSSI.
Hal ini disebabkan belum adanya pembaruan data dari perwakilan Exco PSSI yang sempat dikirim ke Eropa.
Tim Exco tersebut bertugas menemui sejumlah sosok potensial yang masuk dalam daftar kandidat pelatih.
Salah satu figur yang diduga kuat ditemui oleh perwakilan PSSI di benua biru adalah John Heitinga.
Baca Juga: Siapa yang Harus Menang, Malaysia atau Vietnam? Syarat Timnas Indonesia Lolos Semifinal SEA Games
Amali secara spesifik menyatakan tentang situasi internal PSSI:
"Maaf, kami di Exco belum mendapatkan informasi tentang hal tersebut," kata Zainudin Amali saat dihubungi Suara.com, Kamis (11/12/2025).
Keputusan mengenai siapa yang akan memimpin Timnas Indonesia selanjutnya harus menunggu dilakukannya Rapat Exco.
Faktanya, hingga saat ini pertemuan penting tersebut belum diselenggarakan untuk membahas hasil pertemuan di Eropa.
Laporan dari tim yang sebelumnya melakukan perjalanan negosiasi ke London juga belum diserahkan.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut memperjelas status laporan ini:
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
-
Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum