-
Persib Bandung didenda Rp499 juta oleh AFC akibat pelanggaran kode etik perilaku suporter.
-
Pelanggaran terjadi saat laga kontra Selangor FC mencakup invasi lapangan dan pelemparan botol.
-
Klub diwajibkan melunasi denda sebesar USD30.000 dalam jangka waktu paling lambat 30 hari.
Suara.com - Kabar kurang menyenangkan kembali menghampiri klub raksasa asal Jawa Barat yaitu Persib Bandung baru-baru ini.
Lembaga otoritas sepak bola Asia atau AFC telah mengeluarkan keputusan resmi terkait pelanggaran disiplin klub.
Berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin dan Etika AFC tertanggal 15 Desember klub tersebut menerima hukuman berat.
Manajemen tim berjuluk Maung Bandung itu kini diwajibkan menyetor dana dalam jumlah yang sangat fantastis.
Total denda yang harus dibayarkan mencapai USD30.000 atau setara dengan angka Rp499.050.000 kepada pihak penyelenggara.
Hukuman finansial ini muncul setelah adanya laporan delegasi pada laga tandang di markas Selangor FC.
Pertandingan penyisihan Grup G yang berlangsung pada 6 November 2025 itu menyisakan catatan merah bagi tim.
Pihak AFC mengidentifikasi adanya kegagalan dalam mengendalikan perilaku pendukung yang hadir di stadion lawan tersebut.
Kejadian ini dianggap sebagai pelanggaran serius yang mencoreng nilai-nilai sportivitas dalam turnamen skala internasional.
Baca Juga: Analisis: Taktik Jitu Andoni Iraola Obrak Abrik Jantung Pertahanan Manchester United
Beberapa poin krusial dalam laporan tersebut menyoroti tindakan suporter yang nekat merangsek masuk ke lapangan.
Pihak otoritas secara spesifik mencatat jumlah individu yang terlibat dalam aksi terlarang selama laga berlangsung.
Terdapat puluhan penonton yang teridentifikasi berafiliasi dengan tim tamu melakukan aksi invasi ke area permainan.
"20 penonton yang tergabung dalam tim tergugat memasuki lapangan permainan selama pertandingan," tulis AFC dalam situs resminya.
Selain aksi masuk ke lapangan terdapat juga laporan mengenai pelemparan berbagai benda ke arah pemain.
Benda-benda yang dilemparkan tersebut mendarat di area sensitif yang dapat membahayakan keselamatan para perangkat pertandingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Tak Semua Pemain Timnas Indonesia Hadir TC di Jakarta, Siapa yang Dicoret?
-
Laga Hidup Mati di Anfield, Robertson Tuntut Liverpool Tampil Habis-habisan Lawan Galatasaray
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Link Live Streaming Barcelona vs Newcastle United: Duel Hidup Mati di Camp Nou!
-
Singkirkan Duo Pelatih Top, Cara Sempurna Alvaro Arbeloa Bungkam Kritik
-
Dewa United Angin-anginan, Jan Olde Riekerink Bakal Dipecat?
-
Bek Persib Bandung Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Play-off Piala Dunia 2026
-
Misi Raih Tiket Piala Dunia 2026: Bek Andalan Persib Jadi Tumpuan Irak di Laga Penentuan
-
Hajar Chelsea di Stamford Bridge, Buktik PSG Lebih Berkualitas
-
Bikin Luka untuk Borneo FC, Adam Alis Minta Maaf