-
PSSI mengakui kegagalan Patrick Kluivert membawa Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.
-
Empat kandidat pelatih kelas dunia telah diwawancarai langsung di Inggris oleh pihak PSSI.
-
PSSI menetapkan target utama meloloskan skuad Garuda ke putaran final Piala Dunia 2030.
Pihak federasi segera mengambil langkah taktis untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran di jajaran staf kepelatihan nasional.
Perburuan sosok pelatih yang memiliki visi jangka panjang kini menjadi prioritas utama bagi jajaran pengurus pusat PSSI.
Proses penyaringan dilakukan dengan standar yang sangat ketat guna menghindari kesalahan pemilihan figur untuk kedua kalinya.
Delegasi PSSI bahkan telah terbang ke Inggris untuk melakukan sesi dialog dan wawancara langsung dengan para kandidat.
"Pesan dari Pak Ketua Umum PSSI Erick Thohir, target kami tidak main-main. Kami ingin berusaha lolos ke Piala Dunia 2030," kata Endri kepada awak media.
Hingga saat ini terdapat empat nama pelatih berkelas internasional yang telah memberikan presentasi mengenai visi sepak bola mereka.
PSSI mengonfirmasi bahwa sudah ada dua kandidat terkuat yang namanya segera dibawa ke rapat Komite Eksekutif.
"Makanya kami harus cari pelatih yang berkualitas," jelasnya.
Federasi menegaskan tidak hanya mencari pelatih yang memiliki CV mentereng di atas kertas semata tanpa bukti nyata.
Baca Juga: PSSI Kembali Gunakan 'Metode' Shin Tae-yong untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
Dibutuhkan figur yang memiliki dedikasi tinggi serta pemahaman mendalam mengenai karakter budaya sepak bola di tanah air.
Anggota Exco PSSI, Endri Erawan, menegaskan pentingnya faktor kecocokan batin antara pelatih baru dengan identitas nasional Indonesia.
"Kami tidak ingin lagi membeli kucing dalam karung. Kami ingin pelatih terbaik yang benar-benar hatinya untuk Indonesia. Kami tidak ingin terjadi kejadian yang kurang baik sebelum ini (Patrick Kluivert)," jelas Endri Erawan.
Model rekrutmen kali ini mengadopsi transparansi yang serupa saat federasi mendatangkan Shin Tae-yong pada lima tahun silam.
Evaluasi teknis dilakukan dengan membedah seluruh kekurangan yang muncul selama fase Putaran Keempat kualifikasi yang lalu.
"Kami evaluasi kegagalan kemarin di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kami harus tahu bagaimana teknis mendatangkan pelatih yang baik," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Frans Putros Tinggalkan Libur Persib Bandung Demi Misi Timnas Irak
-
Persib Bandung di Puncak Klasemen, Adam Alis Ingkatkan Perjalanan Masih Panjang
-
Luke Vickery, Pemain Keturunan Calon Kuat Striker Anyar Timnas Indonesia
-
Timnas Iran Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, Boikot AS Tetap Jalan!
-
Dibantai Liverpool 0-4, Pelatih Galatasaray Sesalkan Cedera Victor Osimhen
-
Ini Bagan Perempat Final Liga Champions: Bayern Munich Lawan Madrid, PSG Diadang Wakil Inggris Lagi
-
Fakta Jelang FIFA Series 2026, Stadion GBK Muat Diisi Seluruh Warga Saint Kitts and Nevis
-
Jelang FIFA Series 2026, Stadion GBK Disidak Persiapannya
-
Tak Semua Pemain Timnas Indonesia Hadir TC di Jakarta, Siapa yang Dicoret?
-
Laga Hidup Mati di Anfield, Robertson Tuntut Liverpool Tampil Habis-habisan Lawan Galatasaray