-
Bernardo Tavares resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya untuk musim 2025-2026.
-
Pelatih Portugal berlisensi Pro-UEFA ini memiliki pengalaman melatih di Benfica, Porto, dan Sporting.
-
Persebaya menargetkan juara nasional bersama Tavares setelah sukses membawa PSM Makassar menjadi juara.
Reputasi pelatih berusia 45 tahun ini semakin kuat berkat keterlibatannya di jajaran manajemen tiga klub elite.
Ia tercatat pernah memberikan kontribusi sebagai asisten pelatih untuk skuad muda milik Benfica.
Tidak hanya di Benfica, ia juga mengasah ketajaman analisisnya sebagai pemandu bakat di FC Porto.
Portofolionya semakin lengkap setelah menjabat posisi asisten pelatih di akademi sepak bola Sporting.
Kombinasi pengalaman di tiga klub besar Portugal tersebut membentuk karakter kepelatihan yang sangat disiplin dan taktis.
Kemampuan pria Portugal ini tidak hanya terbatas pada instruksi di pinggir lapangan hijau saja.
Ia pernah memegang kendali sebagai koordinator sepak bola remaja di lingkungan klub GC Alcobaça.
Selain itu, ia juga sempat merambah dunia olahraga dalam ruangan sebagai koordinator futsal ADC Proença-a-Nova.
Keahlian spesifiknya juga mencakup koordinasi pelatihan penjaga gawang saat ia bertugas di AD Carregado.
Baca Juga: Kata-kata Pelatih Persija Usai Ditumbangkan Semen Padang
Terakhir, ia sempat menjabat sebagai kepala departemen pencarian bakat profesional bagi tim CF Belenenses.
Hasrat untuk mencari tantangan baru membawanya meninggalkan Portugal untuk berkelana ke berbagai negara Asia dan Eropa.
Ia mengawali pengembaraan luar negerinya dengan menjadi staf kepelatihan pada sebuah klub di Bahrain.
Setelah sempat kembali ke negara asal, ia melanjutkan karier ke Oman untuk memperluas wawasan taktiknya.
Negara-negara seperti Maladewa, Makau, hingga Finlandia juga menjadi bagian dari perjalanan profesional yang ia tempuh.
Keberhasilannya beradaptasi di berbagai kultur sepak bola menjadi modal kuat untuk berkarier di Indonesia.
Selama melanglang buana, ia telah membuktikan kualitasnya dengan raihan trofi juara yang sangat membanggakan.
Ia sukses mempersembahkan gelar bergengsi saat menangani klub Benfica Macau dan tim New Radiant.
Nama besarnya di Indonesia mulai terbangun ketika ia dipercaya menukangi tim asal Sulawesi Selatan.
Pada 2002 Tavares menuju Makassar dan menangani tim Juku Eja.
Ketajamannya dalam meracik strategi membawa tim tersebut meraih puncak kejayaan di kompetisi nasional.
Pada saat menjadi pelatih kepala klub PSM Makassar, Tavares menorehkan prestasi juara Liga 1 musim 2022/2023.
Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang klub sebelumnya yang sudah puluhan tahun tidak merasakan juara.
Keberhasilan kolektif tersebut juga berdampak positif pada pencapaian pribadinya sebagai individu di liga.
Tavares pun meraih predikat pelatih terbaik Liga 1 2022/2023.
Dominasi taktiknya saat itu membuat banyak pihak mengakui kapabilitasnya sebagai salah satu pelatih asing terbaik.
Kebersamaan yang harmonis dengan tim sebelumnya harus berakhir karena adanya kendala internal yang cukup serius.
Karier panjang Tavares di klub legendaris Indonesia itu berakhir pada Oktober 2025.
Ia memutuskan mengundurkan diri dengan alasan penunggakan gajinya selama beberapa bulan.
Keputusan tersebut diambil demi menjaga profesionalitas dan prinsip kerja yang ia pegang teguh selama ini.
Kini ia siap membuka lembaran baru bersama tim dengan identitas warna hijau di Jawa Timur.
Tugas besar kini menanti di pundaknya untuk mengembalikan kejayaan tim yang bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo.
Kini Tavares jadi juru latih anyar Persebaya.
Publik Surabaya menaruh harapan tinggi agar tangan dinginnya mampu memutus tren negatif tanpa gelar.
Tantangan baru bakal dihadapi Tavares lantaran Tim Bajul Ijo sudah lama tidak merasakan gelar juara kompetisi nasional.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana ia akan menyusun komposisi pemain untuk musim depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey