-
Jordi Amat menekankan pentingnya regenerasi pemain muda untuk masa depan Timnas Indonesia.
-
Target Piala Dunia 2030 dinilai terlalu jauh sehingga tim harus fokus proses bertahap.
-
Pentingnya kepercayaan kepada pelatih baru untuk menyatukan visi seluruh pemain Skuad Garuda.
Suara.com - Lini pertahanan Timnas Indonesia yang diperkuat Jordi Amat memberikan pandangan mendalam mengenai peta jalan ambisius yang dicanangkan oleh federasi sepak bola PSSI.
PSSI dikabarkan memberikan target yang sangat tinggi bagi suksesor kursi kepelatihan Timnas Indonesia di masa mendatang.
John Herdman muncul sebagai nama kuat yang digadang-gadang akan memimpin perjuangan Skuad Garuda di kancah internasional.
Misi utama yang dipikul sang pelatih adalah mengantarkan Indonesia menembus putaran final Piala Dunia tahun 2030.
Prioritas Turnamen Terdekat Skuad Garuda
Namun Jordi Amat memiliki perspektif yang sedikit berbeda mengenai fokus utama tim nasional saat ini.
Eks pemain Premier League tersebut merasa bahwa pembicaraan mengenai ajang tahun 2030 masih terlalu dini dilakukan.
Menurutnya langkah demi langkah yang terukur jauh lebih krusial dibandingkan hanya melihat target yang sangat jauh.
Ia menyarankan agar energi tim difokuskan pada kompetisi-kompetisi penting yang sudah berada di depan mata.
Baca Juga: Sempat Terseok di Bundesliga, Kevin Diks Ungkap Beratnya Awal Karier di Jerman
Piala AFF 2026 dan gelaran Piala Asia 2027 dipandang sebagai batu pijakan yang sangat menentukan level tim.
"Ya, saya tahu itu masih cukup jauh, Piala Dunia berikutnya. Kami ingin berpikir selangkah demi selangkah," kata Jordi Amat.
Kalimat tersebut mencerminkan sikap profesional seorang pemain yang ingin melihat kemajuan secara nyata dan bertahap.
Jordi menilai bahwa fondasi tim yang kuat tidak bisa dibangun hanya dengan ambisi instan tanpa proses.
Baginya keberhasilan di masa depan sangat bergantung pada performa tim di turnamen-turnamen regional terdekat.
Setiap laga internasional harus dijadikan sarana untuk mematangkan taktik dan mentalitas bertanding para pemain di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey