- Enam pemain bintang di Premier League 2025 mengalami krisis performa serius, berdasarkan data dari beberapa sumber statistik.
- Adama Traore (Fulham) mencatatkan rating terendah tanpa gol atau *assist* sepanjang tahun kalender 2025.
- Beberapa pemain mahal seperti Isak dan Wirtz (Liverpool) gagal beradaptasi dan dihantam cedera di paruh kedua musim.
Suara.com - Tahun 2025 menjadi periode yang penuh gejolak di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League.
Sementara bintang-bintang baru bermunculan, beberapa nama besar justru terjerembab dalam krisis performa yang mendalam.
Baik karena kegagalan adaptasi setelah transfer mahal maupun penurunan drastis secara teknis, para pemain ini menjadi sorotan negatif sepanjang fase krusial musim 2024/2025 dan paruh pertama musim 2025/2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari WhoScored, FotMob, dan Squawka, berikut adalah daftar 6 pemain dengan performa paling buruk di Premier League sepanjang tahun 2025.
1. Adama Traore (Fulham)
Adama Traore memegang gelar yang tidak diinginkan sebagai pemain dengan rating terendah di seluruh liga pada musim 2025/2026.
Meskipun masih memiliki kecepatan yang menakutkan, Traore gagal mencatatkan satu pun gol atau assist sepanjang tahun 2025.
2. Alexander Isak (Liverpool)
Didatangkan dengan mahar fantastis £125 juta, Isak diharapkan menjadi mesin gol baru di Anfield.
Baca Juga: Rp1,45 Triliun untuk 5 Gol, Viktor Gyokeres Transfer Terburuk Arsenal
Namun, ia justru dicap sebagai "flop terbesar" setelah hanya mencetak tiga gol dalam 16 penampilan liga.
Nasib buruknya memuncak di akhir Desember 2025 ketika ia mengalami patah tulang fibula dalam laga melawan Tottenham, yang memaksanya menepi selama berbulan-bulan.
3. Florian Wirtz (Liverpool)
Sebagai pemain seharga £116 juta, Wirtz mengalami kesulitan luar biasa beradaptasi dengan fisik Premier League.
Ia harus menunggu hingga 23 penampilan sebelum akhirnya mencetak gol pertamanya untuk Liverpool saat melawan Wolves di penghujung Desember 2025.
Sebelum gol tersebut, Wirtz sering kali terlihat terisolasi dan gagal menciptakan peluang besar yang menjadi ciri khasnya di Bundesliga.
Berita Terkait
-
Rp1,45 Triliun untuk 5 Gol, Viktor Gyokeres Transfer Terburuk Arsenal
-
Tatapan Mematikan Pep Guardiola, Kameramen Auto Minder, Netizen: Wah Meme Baru Nih
-
Erling Haaland Ejek Donnarumma Usai Man City Menang Dramatis
-
Selisih 3 Poin dari Arsenal, Unai Emery Malah Bilang Aston Villa Bukan Penantang Gelar
-
Seni Perang Unai Emery: Mengupas Transformasi Radikal Aston Villa
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil