- Kedatangan pelatih John Herdman pada Januari 2026 diprediksi membawa revolusi taktis dan perubahan signifikan dalam komposisi skuad Timnas Indonesia.
- Filosofi Herdman cenderung memprioritaskan pemain muda berusia emas, mengancam posisi tiga pemain naturalisasi warisan era Kluivert seperti Jordi Amat dan Marc Klok.
- Pelatih baru ini juga menghindari pemain muda tanpa jam terbang senior, memberikan dampak buruk bagi talenta seperti Mauro Zijlstra karena kurangnya menit bermain.
Suara.com - Kedatangan John Herdman ke kursi pelatih Timnas Indonesia yang kabarnya akan diresmikan pada awal Januari 2026, tidak hanya menjanjikan era baru secara taktikal, tetapi juga berpotensi memicu revolusi di dalam skuad.
Jika menilik filosofi dan preferensi sang pelatih, ada setidaknya empat pemain naturalisasi warisan era Patrick Kluivert yang posisinya kini berada di ujung tanduk.
Salah satu indikator paling jelas dari filosofi Herdman adalah pemilihan skuadnya saat membawa Kanada ke Piala Dunia 2022.
Dari 23 pemain yang ia boyong, hanya empat di antaranya yang berusia di atas 30 tahun. Ini menjadi sinyal kuat bahwa ia lebih memprioritaskan pemain yang berada di usia emas atau lebih muda.
Jika filter ini diterapkan di Timnas Indonesia, tiga nama besar langsung berada dalam zona bahaya:
Jordi Amat posisinya semakin terancam bukan hanya karena faktor usia, tetapi juga karena persaingan super ketat di lini belakang.
Munculnya tembok kokoh seperti Kevin Diks, Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho, ditambah potensi kembalinya Mees Hilgers, membuat tempat bagi Amat semakin sempit.
Kemudian Marc Klok setelah performa yang kurang meyakinkan di laga krusial melawan Arab Saudi, posisinya di lini tengah kini menjadi sorotan.
John Herdman mungkin akan lebih memilih gelandang yang lebih dinamis dan bertenaga.
Baca Juga: Ini Target PSSI yang Diberikan Kepada John Herdman di Timnas Indonesia
Terakhir ada Stefano Lilipaly. Sebagai pemain paling senior, Lilipaly harus bersaing dengan barisan winger muda yang sedang naik daun seperti Miliano Jonathans dan Ragnar Oratmangoen yang menawarkan kecepatan dan energi lebih.
Di sisi lain, Herdman juga menunjukkan preferensi pada pemain muda yang sudah matang dan teruji di level senior.
Di skuad Kanada untuk Piala Dunia 2022, pemain termuda yang ia bawa berusia 22 tahun.
Ini mengindikasikan bahwa ia enggan berjudi dengan talenta yang belum memiliki jam terbang reguler di level klub.
Filter ini bisa menjadi kabar buruk bagi Mauro Zijlstra. Meskipun memiliki postur menjanjikan, penyerang setinggi 188 cm ini belum sekalipun mencatatkan menit bermain bersama tim senior FC Volendam musim ini.
Performanya yang tumpul saat diberi kesempatan di SEA Games 2025 juga bisa menjadi catatan minus yang signifikan di mata seorang pelatih yang menuntut kematangan.
Kini dengan standar seleksi yang tampaknya akan jauh lebih ketat dan berbasis pada data performa serta usia emas, era pemain titipan atau mereka yang hanya mengandalkan nama besar tampaknya akan segera berakhir di bawah komando John Herdman.
Berita Terkait
-
Selain John Herdman, PSSI Akui Giovanni van Bronckhorst Masih Punya Kans Jadi Pelatih Timnas
-
Teka-teki Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, PSSI Ungkap Mekanisme Penunjukan Suksesor PK
-
Pengakuan Orang Dalam Erick Thohir Tak Ikut Campur Pemilihan John Herdman
-
Profil Craig Goodwin: Pemain Berlabel Timnas Australia yang Dirumorkan ke Persebaya
-
Persebaya Bikin Gebrakan: Bidik Bintang Piala Dunia 2022 yang Pernah Bobol Gawang Timnas Indonesia
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Prabowo Mau Pidato, 103 Anggota Dewan Absen di Sidang Tahunan MPR
-
Pelita Air Pangkas Harga Tiket 45 Persen, Bidik Lonjakan Penumpang di HUT RI
-
Tragedi Tambang Emas Pohuwato, PETI Disebut Tak Sekadar Pelanggaran Izin
-
Harga Mobil Listrik Murah Kia EV3: Intip Spesifikasi SUV Canggih Ini!
-
6 Zodiak Paling Ambisius, Pantang Menyerah demi Meraih Impian
-
Feng Shui Arah Rumah Menghadap Tenggara, Benarkah Magnet Rezeki?
-
IHSG Merah Jelang Pidato Prabowo, Bergerak di Level 6.200
-
Kawal Pidato Kenegaraan Prabowo, 8.095 Personel Gabungan Jaga Ketat Gedung DPR
-
Viral Festival Balon Bondowoso 2026 Kehilangan Ciri Khas, Banyak Atribut MBG Hingga Kopdes
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang