Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 02 Januari 2026 | 14:07 WIB
Skuad Timnas Indonesia. (instagram.com/@pssi)
Baca 10 detik
  • Media Vietnam menilai 2025 sebagai tahun keruntuhan total sepak bola Indonesia akibat kegagalan di semua tingkatan.
  • Krisis fundamental internal federasi diyakini menjadi akar masalah, dipicu tata kelola buruk dan kebijakan personel tidak stabil.
  • Penggantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert disebut menyebabkan inkonsistensi dan kegagalan kualifikasi Piala Dunia.

Suara.com - Tahun 2025 telah menjadi periode yang sangat kelam bagi sepak bola Indonesia, setidaknya di mata para pengamat dari negara tetangga.

Media Vietnam secara serempak melontarkan kritik tajam, bahkan tak segan melabeli tahun ini sebagai fase keruntuhan total dan kehancuran bagi Timnas Indonesia di semua level.

Dalam ulasan akhir tahunnya, media Vietnam TheThao247.vn tanpa ampun menyoroti rentetan kegagalan yang dialami skuad Garuda.

Dari mimpi Piala Dunia yang pupus hingga kegagalan di level regional, semua menjadi bahan evaluasi pedas mereka.

"Tahun 2025 menjadi kenangan pahit bagi sepak bola Indonesia," tulis TheThao247.vn.

"Baik tim nasional maupun tim U-23 mengalami kekalahan memalukan, mimpi Piala Dunia mereka hancur dan kualifikasi ke kompetisi Eropa pupus," sambungnya.

Bagi mereka, tahun 2025 akan selalu dikenang bukan karena prestasi, melainkan karena serangkaian kegagalan yang menimpa tim secara sistematis.

"Tahun 2025 berakhir dengan terlalu banyak luka bagi sepak bola Indonesia, tahun yang dikenang bukan karena prestasi, tetapi karena keruntuhan total dari tim nasional hingga level junior," lanjut tulisan tersebut.

Analisis media Vietnam semakin mendalam saat mencoba membedah akar masalah. Menurut mereka ini bukan sekadar masalah teknis di lapangan, melainkan sebuah krisis fundamental yang bersumber dari internal federasi.

Baca Juga: PSSI Wajib Gerak Cepat! Pemain Keturunan Tunggu Panggilan, tapi Terbuka Bela Negara Lain

"Dari bercita-cita mencapai puncak kontinental, sepak bola Indonesia telah terpuruk ke dalam jurang kekecewaan," jelas laporan tersebut.

Mereka menunjuk tiga dosa Utama yakni tata kelola yang buruk, kebijakan personel yang tidak stabil, dan ketidakmampuan menahan tekanan media, yang semuanya berujung pada kehancuran diri sendiri.

"Masalah-masalah mendasar, mulai dari tata kelola yang buruk dan kebijakan personel yang tidak stabil hingga tekanan media yang sangat besar, telah menyebabkan kehancuran diri sendiri," tambahnya lagi.

Keputusan PSSI untuk mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert dianggap sebagai biang keladi utama yang membuat Timnas Indonesia kehilangan arah.

"Di bawah kepemimpinan Kluivert, Indonesia bermain tidak konsisten, kehilangan identitas, dan tersingkir di putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026," tutup laporan pedas tersebut.

Load More