-
PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Senior dan U-23 Indonesia.
-
John Herdman memiliki rekam jejak membawa tim putra dan putri Kanada ke Piala Dunia.
-
Penunjukan ini didukung Presiden Prabowo untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia di tingkat dunia.
Suara.com - PSSI secara terbuka memperkenalkan sosok John Herdman sebagai nakhoda anyar bagi kesebelasan Timnas Indonesia.
Kepastian bergabungnya juru taktik asal Inggris ini diumumkan langsung pada hari Sabtu tanggal 3 Januari 2026.
Ketua Umum PSSI menganggap kehadiran pelatih berpengalaman ini sebagai simbol dimulainya lembaran baru bagi Garuda.
Melalui data yang dihimpun, Herdman bukan sekadar pelatih biasa melainkan sosok yang sudah mencicipi atmosfer Piala Dunia.
Rekam jejaknya menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengangkat performa tim dari papan bawah ke level elite.
Federasi sepak bola tanah air merasa sangat optimistis dengan kapasitas pria yang kini menginjak usia 50 tahun.
Reputasi Herdman sangat mentereng karena ia menjadi satu-satunya orang yang meloloskan tim putra dan putri ke Piala Dunia.
Selain aspek taktis yang tajam, ia dikenal piawai dalam membangun mentalitas serta kebudayaan kerja di dalam tim.
Latar belakang profesionalnya dimulai dari kesuksesan besar saat menangani tim nasional wanita negara Kanada sebelumnya.
Baca Juga: Federico Chiesa dan Andre Onana Satu Agensi dengan Mees Hilgers
Ia berhasil mengawal tim putri Kanada bersaing di ajang tertinggi yakni Piala Dunia edisi 2007 serta 2011.
Tidak hanya itu, dua medali perunggu pada ajang Olimpiade 2012 dan 2016 menjadi bukti nyata kehebatannya.
Kesuksesan fenomenal lainnya terjadi saat ia memimpin tim putra Kanada menembus Piala Dunia Qatar tahun 2022.
Pencapaian tersebut mengakhiri penantian panjang selama puluhan tahun bagi publik sepak bola di negara Amerika Utara tersebut.
Di bawah arahannya, posisi Kanada dalam peringkat FIFA melonjak drastis dari urutan 77 menuju peringkat 33 dunia.
Kini komitmen panjang telah disepakati antara PSSI dengan Herdman melalui sistem kontrak berdurasi 2+2 tahun.
Tugas berat menanti karena ia akan memegang kendali penuh atas Timnas Senior sekaligus skuad kategori U-23.
Langkah ini diambil untuk memastikan adanya kesinambungan program pembinaan pemain dari usia muda hingga level tertinggi.
Erick Thohir selaku pimpinan federasi menegaskan bahwa keputusan ini adalah tonggak sejarah bagi kemajuan sepak bola kita.
“Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih level lolos ke Piala Dunia,” kata Erick Thohir di Jakarta dalam keterangannya.
Penunjukan ini juga merupakan respons cepat setelah kegagalan tim nasional melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.
Intervensi positif dan dukungan moral diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto agar semangat juang tetap terjaga.
Erick mengungkapkan bahwa kepala negara meminta agar program prestasi tim nasional dibuat jauh lebih masif dan berani.
“Saya sampaikan ke Pak Presiden, beliau bilang, ‘ya coba lagi Pak Erick, harus coba lagi.’ Itu membuat saya dan PSSI semakin bersemangat,” kata Erick.
Instruksi presiden menjadi landasan utama bagi federasi untuk mencari pelatih dengan kualifikasi internasional yang sangat mumpuni.
“Saya senang dengan arahan Bapak Presiden yang meminta kita coba lagi, bikin program yang lebih agresif. Hari ini kita memulai lagi program prestasi Timnas menuju Piala Dunia dengan menunjuk John Herdman yang memang punya kualifikasi untuk itu,” jelasnya.
Tahun 2026 dipastikan akan menjadi periode yang sangat sibuk bagi Herdman bersama seluruh penggawa Garuda di lapangan.
Ujian pertama akan tersaji dalam ajang FIFA Series yang berlokasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno mendatang.
Serangkaian agenda pertandingan persahabatan internasional juga telah dijadwalkan pada bulan Juni hingga November tahun ini.
Selain itu, turnamen bergengsi regional yakni Piala AFF 2026 menjadi target antara yang dimulai pada akhir Juli.
Herdman juga mengemban misi khusus membawa tim U-23 berprestasi pada ajang Asian Games di Nagoya, Jepang.
Masyarakat pecinta bola tanah air kini menaruh harapan besar pada tangan dingin sang pelatih asal Inggris tersebut.
Visi bermain dan filosofi sepak bola modern diharapkan mampu mengubah wajah permainan tim nasional secara menyeluruh.
Integrasi antara tim muda dan senior diharapkan menghasilkan kedalaman skuad yang lebih kompetitif di kancah global.
Transformasi ini menjadi langkah konkret PSSI dalam mengejar ketertinggalan prestasi dari negara-negara kuat di benua Asia.
Magi dan sentuhan Herdman dinantikan untuk membawa Indonesia benar-benar terbang tinggi di panggung sepak bola dunia sesungguhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Pekan Kedua Januari 2026
-
Brutal Lagi! Kronologis Tendangan Kungfu ke Muka UAD FC vs KAFI Jogja FC Liga 4 Yogyakarta
-
Ada Orang Islam, Daftar Calon Pelatih Manchester United Pengganti Ruben Amorim
-
John Herdman Masuk Ujian Terberat, PSTI Sebut Timnas Indonesia Neraka Tekanan
-
APPI Minta Pelaku Tendangan Kungfu Muhammad Hilmi Dihukum Tegas
-
Resmi! Kata-kata Liam Rosenior Usai Dikontrak Chelsea Hingga 2032
-
Pelaku Cuma Ditegur, Ini Klarifikasi Kafi FC soal Tendangan Kung Fu Liga 4 Yogya
-
Sassuolo vs Juventus: Dear Jay Idzes, Hati-hati dengan Mesin Gol Si Nyonya Tua Ini
-
Paul Scholes Peringatkan Man United Jangan Rekrut Enzo Maresca, Kenapa?
-
Data Menyedihkan di Balik Ruben Amorin Dipecat Manchester United, Parah Sih...