Bola / Bola Indonesia
Rabu, 07 Januari 2026 | 07:01 WIB
Tendangan kungfu Muhammad Hilmi Gimnastiar
Baca 10 detik
  • APPI mengutuk tendangan brutal Hilmi Gimnastiar yang menyebabkan tulang rusuk pemain lawan retak.

  • Firman Nugraha kini menjalani pemulihan serius akibat cedera dalam di Stadion Bangkalan kemarin.

  • Komdis PSSI didesak memberikan hukuman berat demi menjaga keselamatan dan sportivitas sepak bola.

Suara.com - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) buka suara terkait insiden tendangan kungfu brutal yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar kepada penggawa Perseta 1970 Tulungagung, Firman. Mereka meminta pelaku dihukum dengan tegas.

Insiden tersebut berlangsung di Stadion Bangkalan, Senin (5/1/2026). Banyak pecinta sepak bola Tanah Air geram dengan tindakan Hilmi.

Akibat tendangan kungfu itu Firman Nugraha mengalami cedera serius karena terkena tendangan di dada pemain.

APPI telah berkomunikasi dengan Firman yang saat ini mengalami cedera retak pada bagian tulang rusuk, sehingga saat ini harus menjalani masa istirahat guna mendukung proses pemulihan.

APPI meminta kepada penyelenggara kompetisi, wasit, dan komite disiplin PSSI untuk mengevaluasi kejadian ini secara menyeluruh dan memastikan sanksi tegas dan adil sesuai aturan yang berlaku.

Hal ini sangatlah penting penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang karena kesehatan dan keselamatan di lapangan adalah prioritas utama serta tentunya untuk menjaga lingkungan kompetisi yang aman dan mendukung pertumbuhan talenta muda Indonesia.

“Segala tindakan yang mencederai nilai fair play terlebih yang beresiko membahayakan keselamatan sesama pemain di lapangan sudah seharusnya tidak lagi terjadi dalam pertandingan sepakbola," kata CEO APPI, M. Hardika Aji dalam keterangannya.

"Sepakbola adalah arena kompetitif yang harus dijalankan dengan penuh penghormatan terhadap keselamatan semua peserta pertandingan,” jelasnya.

APPI juga mengingatkan kembali dan mengajak para pesepakbola untuk selalu menjaga keselamatan, mengedepankan profesionalisme, dan sportivitas dalam sepakbola Indonesia di semua level kompetisi.

Baca Juga: Ini 4 Klub Super League yang Terjerat Skandal Memalukan Tunggak Gaji Pemain

Load More