Bola / Bola Indonesia
Minggu, 04 Januari 2026 | 17:06 WIB
John Herdman Resmi jadi Pelatih Timnas Indonesia. Ia ternyata mantan dosen Ilmu Olahraga. (dok. PSSI).
Baca 10 detik
  • John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan latar belakang akademis.
  • Herdman mengawali karier kepelatihan dari dosen ilmu olahraga sebelum melatih di akademi Sunderland Inggris.
  • Ia sukses membawa Kanada putra lolos Piala Dunia 2022 setelah sukses di timnas putri Selandia Baru dan Kanada.

Suara.com - Era baru Timnas Indonesia akan segera dipimpin oleh seorang juru taktik dengan latar belakang yang sama sekali berbeda dari para pendahulunya.

John Herdman yang resmi diumumkan sebagai nakhoda baru skuad Garuda pada Sabtu (3/1/2026), bukanlah seorang mantan pemain sepak bola professional.

Sebaliknya, ia memulai kariernya dari dunia akademis sebagai seorang 'Guru Penjas' atau Dosen Ilmu Olahraga.

Jauh sebelum namanya menggema di panggung Piala Dunia, fondasi kepelatihan Herdman ditempa di ruang-ruang kuliah.

Ia adalah seorang pengajar yang mendedikasikan dirinya pada sisi keilmuan di balik olahraga.

"Setelah dibesarkan di Consett, County Durham, John Herdman pertama kali menemukan hasratnya untuk melatih sepak bola saat mengajar ilmu olahraga di Universitas Northumbria pada tahun 1990-an," dikutip dari laman resmi University Northumbria.

Dari dunia teori, ia kemudian terjun ke praktik lapangan dengan menjadi pelatih pengembangan di salah satu akademi klub Inggris.

"Ia kemudian bekerja sebagai pelatih pengembangan di akademi AFC Sunderland," sambung laporan tersebut.

Namun, titik balik sesungguhnya yang melambungkan kariernya terjadi saat ia mengambil keputusan berani untuk hijrah ke Selandia Baru pada tahun 2001.

Baca Juga: Resmi Tangani Timnas Indonesia, John Herdman Dapat Dukungan dari Pelatih Persija Jakarta

Di sanalah ia pertama kali mendapat kepercayaan untuk menukangi sebuah tim nasional.

"Tetapi, kepindahannya ke Selandia Baru pada tahun 2001 yang benar-benar melambungkan kariernya," beber laporan itu.

Meskipun datang dari jalur non tradisional, rekam jejak Herdman justru sangat mentereng.

Ia sukses membawa Timnas Putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia. Puncak kesuksesannya di sepak bola wanita terjadi saat ia memimpin Timnas Putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.

Namun, mahakarya terbesarnya adalah saat ia beralih ke tim putra. Dengan pendekatan yang berbasis ilmu olahraga dan data, ia secara heroik berhasil membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri puasa panjang negara tersebut selama 36 tahun.

Kisah John Herdman adalah sebuah anomali yang menarik. Ia membuktikan bahwa untuk menjadi pelatih hebat, seseorang tidak harus memiliki karier gemilang sebagai pemain.

Load More