- John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan latar belakang akademis.
- Herdman mengawali karier kepelatihan dari dosen ilmu olahraga sebelum melatih di akademi Sunderland Inggris.
- Ia sukses membawa Kanada putra lolos Piala Dunia 2022 setelah sukses di timnas putri Selandia Baru dan Kanada.
Suara.com - Era baru Timnas Indonesia akan segera dipimpin oleh seorang juru taktik dengan latar belakang yang sama sekali berbeda dari para pendahulunya.
John Herdman yang resmi diumumkan sebagai nakhoda baru skuad Garuda pada Sabtu (3/1/2026), bukanlah seorang mantan pemain sepak bola professional.
Sebaliknya, ia memulai kariernya dari dunia akademis sebagai seorang 'Guru Penjas' atau Dosen Ilmu Olahraga.
Jauh sebelum namanya menggema di panggung Piala Dunia, fondasi kepelatihan Herdman ditempa di ruang-ruang kuliah.
Ia adalah seorang pengajar yang mendedikasikan dirinya pada sisi keilmuan di balik olahraga.
"Setelah dibesarkan di Consett, County Durham, John Herdman pertama kali menemukan hasratnya untuk melatih sepak bola saat mengajar ilmu olahraga di Universitas Northumbria pada tahun 1990-an," dikutip dari laman resmi University Northumbria.
Dari dunia teori, ia kemudian terjun ke praktik lapangan dengan menjadi pelatih pengembangan di salah satu akademi klub Inggris.
"Ia kemudian bekerja sebagai pelatih pengembangan di akademi AFC Sunderland," sambung laporan tersebut.
Namun, titik balik sesungguhnya yang melambungkan kariernya terjadi saat ia mengambil keputusan berani untuk hijrah ke Selandia Baru pada tahun 2001.
Baca Juga: Resmi Tangani Timnas Indonesia, John Herdman Dapat Dukungan dari Pelatih Persija Jakarta
Di sanalah ia pertama kali mendapat kepercayaan untuk menukangi sebuah tim nasional.
"Tetapi, kepindahannya ke Selandia Baru pada tahun 2001 yang benar-benar melambungkan kariernya," beber laporan itu.
Meskipun datang dari jalur non tradisional, rekam jejak Herdman justru sangat mentereng.
Ia sukses membawa Timnas Putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia. Puncak kesuksesannya di sepak bola wanita terjadi saat ia memimpin Timnas Putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.
Namun, mahakarya terbesarnya adalah saat ia beralih ke tim putra. Dengan pendekatan yang berbasis ilmu olahraga dan data, ia secara heroik berhasil membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri puasa panjang negara tersebut selama 36 tahun.
Kisah John Herdman adalah sebuah anomali yang menarik. Ia membuktikan bahwa untuk menjadi pelatih hebat, seseorang tidak harus memiliki karier gemilang sebagai pemain.
Dengan fondasi keilmuan yang kuat, ia pun bisa menjelma menjadi arsitek keajaiban di panggung dunia. Kini, sentuhan akademisnya itu dinantikan untuk membawa era baru bagi Timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Resep Jitu John Herdman Taklukkan Stres Jelang Pimpin Timnas Indonesia
-
Jay Idzes Masuk Jajaran 10 Besar emain yang Paling Sering Tampil di Serie A Italia
-
John Herdman Samakan Timnas Indonesia dengan Kanada
-
Media Belanda Soroti PSSI yang Pilih John Herdman Ketimbang Giovanni van Bronckhorst
-
Debut Belum Dimulai di Timnas Indonesia, John Herdman Sudah Dihadapkan Skuad Pincang
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Eliano Reijnders: Laga Persib Bandung vs Persijap Final Demi Gelar Juara
-
Pep Guardiola Umumkan Mundur dari Manchester City: Jangan Tanyakan Alasan Saya Pergi
-
Michael Carrick Resmi Dipermanenkan sebagai Pelatih Manchester United hingga 2028
-
Segrup dengan Timnas Indonesia, Vietnam Gelar TC di Korsel Jelang Piala AFF 2026
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Vinicius Dapat Restu Real Madrid untuk Gabung Skuad Brasil Lebih Cepat Jelang Piala Dunia 2026
-
Alasan Manuel Neuer Comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026
-
Persib Bandung Diambang Hattrick Juara, Bobotoh Diimbau Jangan Euforia Berlebihan
-
Misi Cristiano Ronaldo Menuju 1.000 Gol, Intip Perjalanan CR7 Menuju Rekor Spektakuler
-
Dua Hal Hambat Tijjani Reijnders ke Juventus, Pertama Soal Duit