Bola / Liga Inggris
Senin, 05 Januari 2026 | 18:12 WIB
Ruben Amorim (Tangkapan layar X)
Baca 10 detik
  • Manchester United memecat Ruben Amorim akibat performa buruk dan ketegangan dengan jajaran manajemen klub.

  • Darren Fletcher ditunjuk menjadi pelatih sementara untuk memimpin skuad di laga melawan Burnley.

  • Klub wajib membayar kompensasi penuh karena tidak adanya klausul pemutusan kontrak yang ringan.

Suara.com - Manajemen Manchester United akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama mereka bersama pelatih Ruben Amorim.

Keputusan krusial ini muncul menyusul rangkaian performa yang dianggap tidak memenuhi standar klub pada kompetisi Premier League musim 2025/2026.

Pertandingan di markas Leeds United yang berakhir dengan skor imbang 1-1 menjadi titik nadir bagi karier pria Portugal tersebut.

Skor satu sama di Elland Road pada Minggu (4/1/2026) membuat posisi United terjepit di urutan keenam klasemen sementara.

Hingga pekan ke-20, Setan Merah masih tertahan di papan tengah meski secara matematis hanya terpaut jarak tipis dari empat besar.

Ketidakmampuan tim dalam menjaga konsistensi menjadi rapor merah yang sulit diterima oleh jajaran direksi Old Trafford.

Pihak manajemen merasa ambisi besar klub tidak tercermin dalam gaya bermain yang ditunjukkan oleh armada asuhan Amorim tersebut.

Namun faktor kegagalan teknis di atas lapangan ternyata bukan satu-satunya alasan di balik munculnya surat pemecatan ini.

Terdapat indikasi kuat bahwa komunikasi antara staf kepelatihan dan petinggi klub telah mencapai titik terendah dalam beberapa pekan.

Baca Juga: Breaking News! Manchester United Pecat Ruben Amorim

Keputusan besar ini secara kolektif disepakati oleh CEO Omar Berrada bersama Direktur Sepak Bola klub yakni Jason Wilcox.

Kabar yang beredar di internal klub menyebutkan bahwa telah terjadi keretakan hubungan yang sangat serius antara kedua belah pihak.

Ketegangan ini sempat tercium publik saat Amorim memberikan pernyataan menohok mengenai status kewenangannya di dalam skuad United.

Seusai laga melawan Leeds United, ia menegaskan posisinya sebagai “manajer”, bukan sekadar “pelatih”.

“Ini akan terus seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan perubahan. Saya tidak akan mundur. Saya akan bekerja sampai orang lain datang menggantikan saya,” ucap Amorim kala itu.

Kalimat tersebut kini menjadi pernyataan terakhirnya sebelum ia benar-benar dipaksa menanggalkan jabatannya dari kursi panas pelatih kepala.

Load More