-
John Herdman memiliki rekor tak terkalahkan saat memimpin timnas Kanada menghadapi negara-negara Asia.
-
Strategi Herdman terbukti ampuh saat menumbangkan tim kuat seperti Jepang dan juga Qatar.
-
Rekam jejak impresif ini menjadi modal krusial bagi Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia.
Suara.com - Penunjukan John Herdman sebagai juru taktik baru Timnas Indonesia membawa angin segar bagi publik sepak bola tanah air.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut memiliki sejarah pertemuan yang sangat impresif saat berhadapan dengan perwakilan dari konfederasi Asia.
Meskipun lebih banyak menghabiskan karier kepelatihan di sektor putri, kualitas Herdman saat memimpin tim putra Kanada terbukti sangat solid.
Selama menahkodai skuad senior Kanada, ia tercatat telah melakoni tiga pertandingan kompetitif melawan negara-negara elit di wilayah Asia.
Statistik menunjukkan bahwa Herdman sama sekali belum pernah merasakan pahitnya kekalahan ketika harus beradu taktik dengan tim Asia.
Ujian pertama bagi Herdman bersama Kanada terjadi ketika mereka dijadwalkan bersua dengan tim nasional Qatar pada September 2022.
Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, anak asuh Herdman berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor akhir dua gol tanpa balas.
Kemenangan itu diraih berkat kontribusi gol yang dilesakkan oleh Cyle Larin serta Jonathan David yang tampil sangat klinis.
Hasil positif ini menjadi bukti awal bahwa skema permainan yang diterapkan Herdman sangat efektif meredam agresivitas tim Timur Tengah.
Baca Juga: Alex Pastoor Masuk Radar Pelatih FC Utrecht, Bakal Latih Miliano Jonathans
Keberhasilan tersebut memberikan kepercayaan diri tinggi bagi skuad Kanada sebelum mereka melangkah menuju panggung Piala Dunia 2022.
Setelah menumbangkan Qatar, tantangan selanjutnya bagi John Herdman adalah menghadapi kekuatan dari tim nasional Bahrain di lapangan hijau.
Laga yang digelar pada November 2022 tersebut menyajikan drama kejar-mengejar angka yang sangat menarik bagi para pecinta sepak bola.
Ismail Kone sempat membawa armada Herdman unggul terlebih dahulu sebelum lawan berhasil membalikkan keadaan melalui serangan balik yang cepat.
Situasi sempat berbalik ketika Mahdi Al Humaidan dan Yusuf mencetak gol yang membuat posisi timnas Kanada menjadi sangat tertekan.
Pertandingan akhirnya ditutup dengan skor imbang dua sama setelah gol bunuh diri dari pemain Bahrain menyelamatkan wajah Kanada.
Momen paling ikonik dalam karier Herdman melawan tim Asia terjadi saat ia berhasil membawa timnya menumbangkan raksasa Jepang.
Hanya berselang satu pekan setelah bermain imbang dengan Bahrain, Kanada menunjukkan mentalitas juara saat meladeni permainan cepat tim Samurai Biru.
Jepang sempat memimpin melalui gol Yuki Soma, namun strategi Herdman terbukti lebih adaptif dalam merespons tekanan yang diberikan lawan.
Steven Victoria dan Lucas Cavallini menjadi pahlawan kemenangan lewat gol-gol mereka yang memastikan skor berakhir 2-1 untuk keunggulan Kanada.
Keberhasilan membungkam Jepang ini menjadi catatan emas bagi Herdman mengingat reputasi Jepang sebagai salah satu tim terkuat dunia.
Selain di level senior, Herdman juga memiliki catatan saat memimpin timnas Kanada U-23 menahan imbang skuad Jepang U-21.
Kini, pengalaman berharga tersebut diharapkan bisa ditularkan kepada para pemain Timnas Indonesia yang sedang berjuang di kancah internasional.
Jepang dan Bahrain sendiri merupakan rival yang akan dihadapi skuad Garuda pada putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pengetahuan mendalam mengenai karakteristik permainan tim-tim tersebut menjadi senjata rahasia bagi Indonesia untuk mencuri poin di setiap pertandingan.
Publik kini menaruh harapan besar agar sentuhan dingin pelatih Inggris ini mampu membawa prestasi baru bagi sepak bola nasional.
Meski narasi ini disusun ulang, esensi dari data rekam jejak tetap mengacu pada performa nyata pelatih di kancah internasional.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tambahan selain data teknis yang mencatat keunggulan taktik John Herdman tersebut.
Kalimat di atas menggambarkan posisi unik sang pelatih yang kini menjadi harapan baru bagi seluruh pendukung setia Merah Putih.
Diharapkan dengan kepemimpinan yang tepat, Indonesia mampu bersaing lebih kompetitif melawan negara-negara besar di kawasan Asia dan dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Lille Menang, Calvin Verdonk Justru Bongkar Masalah Timnya
-
Main di Posisi Baru, Dion Markx Tetap Percaya Diri Saat Debut Bersama Persib Bandung
-
Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang
-
Kelelahan, Persija Jakarta Tak Persiapan Khusus Jelang Lawan Malut United
-
Kondisi Persib Bandung Bikin Arsitek Persija Jakarta Prihatin, Ada Apa?
-
Batal ke Timnas Indonesia, Jesus Casas Resmi Latih Raksasa Singapura
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Begini Keseharian Wonderkid MU Amir Ibragimov, Penghafal Alquran di Bulan Ramadan
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?