- Jordi Cruyff resmi menjabat direktur teknik Ajax Amsterdam, melanjutkan warisan nama Cruyff di klub tersebut.
- Pengalaman Jordi di Barcelona mendukung peran pentingnya dalam mempromosikan pemain muda sesuai filosofi klub.
- Ia berencana mengombinasikan data modern dan keahlian sains dengan figur mantan pemain di akademi Ajax.
Suara.com - Ajax Amsterdam resmi memasuki babak baru dengan hadirnya Jordi Cruyff sebagai direktur teknik.
Hampir satu dekade setelah wafatnya legenda klub Johan Cruyff, nama besar Cruyff kembali menghiasi ruang pengambil kebijakan di Johan Cruyff Arena.
Meski gagal di Indonesia dan panen hujatan selama jadi penasihat teknis tim Garuda, Cruyff tetap dipuji setinggi langit saat kembali ke Ajax Amsterdam.
Dalam ulasannya di De Telegraaf, jurnalis senior Mike Verweij menyoroti sejumlah kelebihan Jordi Cruyff yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Ajax saat ini.
Pengalaman Jordi saat menjabat sebagai penasihat teknis dan direktur olahraga FC Barcelona pada periode 2021–2023 menjadi salah satu nilai plus utama.
Di tengah kondisi keuangan Barcelona yang sulit, Jordi disebut berperan penting dalam mendorong promosi pemain muda ke tim utama.
Filosofi yang diterapkannya pun sejalan dengan ajaran sang ayah, Johan Cruyff, yakni prinsip legendaris good enough is old enough, siapa pun yang cukup bagus, layak diberi kesempatan tanpa memandang usia.
“Jordi Cruyff dikenal sebagai team player sejati. Ia ingin bekerja dengan tim yang saling melengkapi di semua departemen,” tulis Verweij.
Kekhawatiran bahwa Jordi akan bersikap terlalu konservatif seperti ayahnya disebut tidak terbukti setelah melalui berbagai diskusi internal.
Baca Juga: Dukung John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Oki Rengga Sindir Patrick Kluivert Tak Punya Ilmu
Lebih lanjut, Jordi Cruyff juga menegaskan keinginannya untuk bekerja erat dengan jajaran direksi non-teknis, termasuk pengurus bisnis di level direksi, dewan komisaris, hingga dewan penasihat klub.
Meski meyakini bahwa data seharusnya bersifat pendukung dan bukan penentu utama, Jordi tetap terbuka terhadap penggunaan data modern, pelatih berbasis sains, serta perkembangan ilmiah di dunia sepak bola.
Salah satu gagasan menarik yang diusungnya adalah menempatkan pelatih muda berbasis data di setiap tim akademi Ajax, yang dipadukan dengan figur mantan pemain Ajax.
Menurut Jordi, kombinasi antara pengalaman sepak bola dan keahlian di bidang lain merupakan kunci untuk membangun organisasi teknis yang kuat dan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai klasik klub.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Dukung John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Oki Rengga Sindir Patrick Kluivert Tak Punya Ilmu
-
Siapa Asisten Pelatih Lokal Dampingi John Herdman?
-
Kapan John Herdman Tiba di Jakarta?
-
Bawa Pemain Eropa, Mampukah John Herdman Hentikan Dominasi Thailand dan Bawa Indonesia Juara ASEAN?
-
Rekam Jejak John Herdman Lawan Tim Raksasa Asia, Bakal Bawa Timnas Indonesia Naik Level?
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Tristan Gooijer Terpantau Liburan di Indonesia, Sekalian Urus Dokumen?
-
Cetak Gol Penting, Striker Muda Keturunan Bandung Antar Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Persib Bandung Raih Bonus Rp1 Miliar Usai Cetak Hattrick Juara Super League
-
Alasan Dean James Tak Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni
-
Persib Bandung Kampium, Konvoi Kemenangan Mengular Bandung Membiru Rayakan Sejarah
-
Jadi Ajang Seleksi Pemain Timnas Putri U-16, Arema FC Juara HSL Surabaya
-
Profil Como 1907, Klub Liga Italia Milik Orang Indonesia Jadi Klub Papan Atas Serie A
-
Dari Kejurnas ke Super League, Mengintip 10 Gelar Juara Persib Sepanjang Sejarah!
-
Super League 2025/2026: David da Silva Rajai Top Skor dan Masuk Best XI Super League
-
Persija Jakarta Pecah Rekor Poin Tertinggi, Mauricio Souza Tetap Sesali Inkonsistensi JIS