-
Firman Nugraha mengalami retak tulang rusuk setelah terkena tendangan keras dalam laga Liga 4.
-
Manajemen Perseta 1970 memprioritaskan kesembuhan Firman dan menanggung seluruh biaya pengobatan medisnya.
-
Hasil rontgen di RSUD Bangkalan mengonfirmasi cedera Firman masuk dalam kategori serius dan berisiko.
Suara.com - Kabar duka datang dari ranah sepak bola Jawa Timur terkait kondisi kesehatan salah satu penggawa Perseta 1970.
Pihak manajemen klub secara resmi mengonfirmasi bahwa Firman Nugraha menderita cedera serius pada bagian vital tubuhnya.
Pemain andalan tersebut didiagnosa mengalami keretakan pada area tulang rusuk bagian bawah setelah laga yang berlangsung sengit.
Insiden fisik yang cukup fatal ini menimpa Firman saat timnya bersua dengan PS Putra Jaya Pasuruan.
Momen mengerikan tersebut terekam terjadi tepat pada menit ke-72 dalam pertandingan yang penuh tensi tersebut.
Peristiwa bermula saat Firman berupaya sekuat tenaga untuk merebut penguasaan bola dari lawan di area tengah.
Pemain lawan yakni Muhammad Hilmi Gimnastiar terlibat dalam perebutan bola yang berakhir dengan benturan fisik yang telak.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi memberikan keterangan resmi terkait detail kronologi kejadian yang dialami pemainnya itu.
"Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans," kata Rudi.
Baca Juga: Komdis PSSI: Muhammad Hilmi, Pelaku Tendangan Kung Fu di Liga 4 Layak Dihukum Berat
Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran besar bagi seluruh ofisial dan rekan setim yang berada di lokasi.
Tim medis yang bertugas di pinggir lapangan langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terkapar.
Meskipun sempat mendapatkan penanganan darurat, sang pemain menunjukkan sikap yang sangat gigih dan tidak ingin menyerah.
Firman dikabarkan sempat menolak dievakuasi ke pusat medis terdekat karena merasa masih memiliki kekuatan untuk bertahan.
Sesaat setelah penanganan di ambulans, ia merasa kondisinya telah berangsur stabil sehingga menunda pemeriksaan rumah sakit.
Namun situasi berubah drastis ketika waktu beranjak malam dan kondisi fisiknya justru mengalami penurunan secara tiba-tiba.
Pemain yang bersangkutan mulai merasakan keluhan yang tidak biasa pada bagian pernapasannya saat sedang beristirahat.
Rasa sesak yang hebat mulai menyiksa Firman sehingga ia segera melaporkan kondisinya kepada staf ofisial tim.
Pihak manajemen tidak mau mengambil risiko lebih jauh dan segera membawanya ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
RSUD Kabupaten Bangkalan menjadi tempat tujuan utama untuk mendapatkan diagnosa klinis secara menyeluruh dan mendalam.
Tim dokter langsung melakukan tindakan rontgen guna melihat seberapa parah kerusakan pada organ dalam pemain tersebut.
Berdasarkan lembar hasil rontgen yang keluar, ditemukan kerusakan struktur tulang yang cukup nyata pada rusuk bawah.
Kerusakan ini sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan prosedur pemulihan yang tepat sesuai standar medis atlet.
"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.
Diagnosa ini praktis membuat manajemen harus mengambil langkah tegas demi keselamatan jangka panjang sang atlet muda.
Firman dipastikan tidak akan terlihat di lapangan hijau untuk sementara waktu hingga masa pemulihannya benar-benar tuntas.
Kebijakan tegas diambil dengan melarang sang pemain mengikuti rutinitas latihan harian maupun jadwal pertandingan resmi.
Absennya Firman tentu menjadi kerugian tersendiri bagi kekuatan skuat Perseta 1970 di kompetisi resmi saat ini.
Rudi Iswahyudi tidak menampik bahwa insiden tragis ini memberikan dampak psikologis bagi anggota tim lainnya yang bertanding.
Meskipun begitu, nyawa dan masa depan pemain tetap berada di atas segala ambisi klub dalam meraih trofi juara.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen tim untuk selalu waspada terhadap risiko cedera di lapangan.
Perseta 1970 Tulungagung saat ini memang sedang fokus berjuang menembus babak 32 besar di ajang Liga 4 Jawa Timur.
Namun kepentingan klub di turnamen tersebut tidak akan mengesampingkan kewajiban pengobatan intensif bagi Firman Nugraha.
"Saat ini Firman masih dalam observasi tim medis. Manajemen bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan pemain dan tidak akan mengambil risiko apa pun," katanya.
Seluruh biaya pengobatan dan proses rehabilitasi akan ditanggung sepenuhnya oleh manajemen sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Klub berharap Firman dapat segera melewati masa kritis dan kembali pulih seperti sediakala melalui penanganan ahli.
Kini Firman hanya perlu fokus pada instruksi tim medis agar proses penyambungan tulang rusuknya berjalan dengan sempurna.
Dukungan dari para suporter terus mengalir untuk memberikan semangat tambahan bagi kesembuhan sang pemain bertahan tersebut.
Manajemen akan terus memantau perkembangan harian sang pemain melalui laporan berkala dari pihak rumah sakit di Bangkalan.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada komplikasi lain yang muncul pasca benturan keras di area dada tersebut.
Semangat juang Firman diharapkan tetap berkobar meskipun saat ini ia harus menepi dari rumput hijau demi kesehatannya sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United di BRI Super League 9 Januari 2026
-
Prediksi Persita Tangerang vs Borneo FC di BRI Super League 9 Januari 2026
-
Bejat, Eks Wasit Premier League David Coote Masuk Bui atas Kasus Pornografi Anak
-
Elkan Baggott Berpotensi Tinggalkan Ipswich Town Demi Menit Bermain Reguler Pada Bursa Transfer
-
Tetangga Arsenal dan Chelsea Kacau Balau: Pemain Ribut dengan Fans, Pelatih Buat Ulah
-
Bojan Hodak: Federico Barba Punya Kendala Adaptasi di Persib Bandung
-
Profil Antoine Semenyo: Dulu Ditolak Arsenal Kini Jadi Rekrutan Termahal Manchester City
-
Gengsi Tak Bisa Ditawar, Lucho Pasang Target Tiga Poin dari Persija Jakarta
-
Mario Balotelli Belum Pensiun, Resmi Dikontrak Klub UEA Sampai 2028
-
Bursa Transfer: Bayern Batal Rekrut Nico Schlotterbeck, Liverpool Semringah