- Pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi, melakukan tendangan brutal ke dada Firman Nugraha (Perseta 1970) pada Liga 4 Jatim, Senin (5/1/2026).
- Ketua Komdis PSSI, Umar Husein, menegaskan tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dan menuntut penegakan Kode Disiplin tegas.
- Komdis PSSI merekomendasikan hukuman terberat bagi pelaku, termasuk potensi larangan bermain sepak bola seumur hidup.
Suara.com - Insiden pelanggaran keras yang terjadi di kompetisi Liga 4 Jawa Timur berbuntut serius.
Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husein, akhirnya angkat bicara dan menegaskan bahwa tindakan brutal yang dilakukan pemain Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, Muhammad Hilmi, tidak bisa ditoleransi.
Peristiwa tersebut terjadi dalam pertandingan Putra Jaya Kabupaten Pasuruan kontra Perseta 1970 Tulungagung yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026) pukul 13.00 WIB.
Laga ini merupakan bagian dari babak 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI Jawa Timur. Pada pertandingan itu, Putra Jaya tampil dengan kostum kuning, sedangkan Perseta 1970 mengenakan jersey hijau.
Momen horor terjadi ketika pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, berusaha merebut bola. Tanpa diduga, Muhammad Hilmi melakukan tendangan keras yang mengarah langsung ke dada Firman.
Kontak brutal tersebut membuat Firman terkapar di lapangan dan harus mendapat penanganan serius.
Wasit yang memimpin pertandingan langsung mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan kartu merah untuk Muhammad Hilmi bernomor punggung 23.
Situasi di lapangan sempat memanas karena pemain Perseta 1970 bereaksi keras atas pelanggaran tersebut.
Demi mencegah bentrokan lebih jauh, rekan setim Putra Jaya segera mengarahkan Hilmi meninggalkan lapangan.
Baca Juga: Korban Tendangan Kung Fu Muhammad Hilmi di Liga 4 Buka Suara: Dada Masih Sakit dan Nyeri
Akibat insiden itu, Firman Nugraha harus dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya aman setelah menerima tendangan berbahaya.
Kejadian ini pun langsung menjadi sorotan publik sepak bola Jawa Timur, terutama terkait jaminan keselamatan pemain di level kompetisi daerah.
“Ya, jadi isu tentang keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli keluarga sepak bola. Jadi semua olahraga itu harus menjamin keselamatan atletnya,” kata Umar Husin dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (6/1/2025).
“Jadi pertandingan bisa ditunda, bisa dibatalkan, bisa ditutup kalau mengancam keselamatan atlet dan pihak-pihak yang terlibat,” lanjutnya.
Dalam konteks sepak bola, Umar menegaskan bahwa aspek keselamatan juga diperkuat melalui Kode Disiplin.
Regulasi ini dirancang untuk mencegah terulangnya aksi-aksi brutal di lapangan hijau.
Berita Terkait
-
Korban Tendangan Kung Fu Muhammad Hilmi di Liga 4 Buka Suara: Dada Masih Sakit dan Nyeri
-
Brutal di Liga 4! Muhammad Hilmi Tendang Dada Lawan, PS Putra Jaya Malah Bangga
-
Profil Pemilik Putra Jaya Pasuruan, Klub yang Viral Pemain Tendang Dada Lawan
-
Persija Jakarta Melawan Putusan Komdis PSSI Atas Larangan Bertanding Ryo Matsumura
-
PSIM Yogyakarta Kena Denda Komdis PSSI Gara-gara Suporter Tandang di SUGBK
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
Eks Pemain Arsenal Bakal Dinaturalisasi Timnas Malaysia? Indonesia Wajib Waspada?
-
Pascal Struijk Cetak Gol, John Herdman Semakin Yakin untuk Merekrut?
-
12 Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Bakal Dicoret John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Puji Habis-habisan, Mikel Arteta Waspadai Kekuatan Sporting Lisbon
-
Pandang Tinggi Bayern Munich, Vinicius Jr: Kalau Tidak Main 200 Persen Tak Akan Menang
-
Fabio Calonego Merasa Hambar Gol Indahnya Berujung Kekalahan Persija
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Segel Tiket Semifinal Piala AFF Futsal 2026
-
PSIM Yogyakarta Dapat Kabar Gembira, Cedera Dua Pemain Asing Tunjukkan Perkembangan Positif
-
Liga Champions: Mikel Arteta Wanti-wanti Arsenal Tak Sepelekan Sporting Lisbon