- PSSI mengizinkan pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, membawa maksimal tiga asisten asing.
- Kebijakan baru ini membuka peluang besar bagi pelatih lokal untuk terlibat dalam struktur kepelatihan Timnas.
- Tiga kandidat utama asisten lokal yang berpotensi adalah Zulkifli Syukur, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Nova Arianto.
Suara.com - Era baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman akan diwarnai oleh sebuah kebijakan krusial dengan keterlibatan signifikan dari pelatih lokal.
PSSI telah menegaskan bahwa sang nakhoda baru hanya diizinkan membawa maksimal tiga asisten asing, membuka lebar pintu bagi talenta kepelatihan dalam negeri untuk menjadi bagian dari proyek besar ini.
Kebijakan ini menjadi angin segar setelah era Patrick Kluivert yang minim keterlibatan pelatih lokal di tim senior.
Lantas, siapa saja yang berpeluang menjadi jembatan antara Herdman dengan kultur sepak bola Indonesia? Berikut adalah tiga kandidat terkuat.
1. Zulkifli Syukur
Nama pertama yang paling santer disebut adalah Zulkifli Syukur. Mantan bek kiri Timnas Indonesia ini dinilai memiliki jalur karier yang paling selaras dengan struktur PSSI saat ini.
Ia merupakan bagian dari staf kepelatihan Timnas U-23 dan pernah mendampingi Indra Sjafri di SEA Games 2025.
Pengamat sepak bola, Bung Harpa melihatnya sebagai sosok ideal yang sempat terlewatkan di era sebelumnya.
"Nama yang pertama yaitu pria asal Makassar, Zulkifli Syukur," kata Bung Harpa.
"Waktu di era Patrick Kluivert sebenarnya sempat digadang-gadang jadi kandidat kuat untuk mendampingi Kluivert, tapi ternyata entah bagaimana tidak jadi," imbuhnya.
Baca Juga: Pemain Keturunan Ini Berperan di Pemecatan Ruben Amorim, Bisa Dilirik John Herdman
Dengan pengalamannya di dalam sistem PSSI, Zulkifli dianggap sebagai kandidat yang paling memahami dinamika internal dan bisa menjadi proyeksi jangka panjang federasi.
2. Kurniawan Dwi Yulianto
Jika PSSI mencari asisten dengan wawasan internasional, nama Kurniawan Dwi Yulianto berada di posisi terdepan.
Si Kurus tidak hanya memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih di berbagai level timnas, tetapi juga baru saja menimba ilmu berharga di Italia bersama Como 1907, mendampingi legenda sekelas Cesc Fabregas.
Kombinasi antara pemahamannya akan karakter pemain Indonesia dan perspektif modern dari Eropa menjadikannya kandidat yang sangat komplet. Bung Harpa bahkan tak ragu menjagokannya.
"Nama terakhir ini kalau versi saya siapa? Saya menjagokan dia menjadi salah satu yang harusnya mendampingi Herdman, yaitu Kurniawan Dwi Yulianto," kata Bung Harpa.
"Menurut saya dari kandidat yang ada, salah satu yang paling kuat berada di pole position (posisi terdepan)," imbuhnya lagi.
Sebagai mantan penyerang legendaris, kehadirannya juga diharapkan bisa memberikan sentuhan khusus untuk memoles lini depan skuad Garuda.
3. Nova Arianto
Nama terakhir adalah sosok yang paling familiar dengan dinamika tim senior dalam beberapa tahun terakhir.
Nova Arianto adalah tangan kanan Shin Tae-yong selama empat tahun penuh (2020-2024). Ia adalah saksi hidup dari proses pembangunan fondasi tim yang berjalan sukses.
Meskipun saat ini ia telah dipromosikan sebagai pelatih kepala Timnas U-20, kemungkinan PSSI untuk menariknya kembali ke tim senior sebagai jembatan kesinambungan filosofi sangat terbuka lebar.
Pengalamannya yang mendalam di era STY bisa menjadi aset tak ternilai bagi John Herdman untuk mempercepat proses adaptasinya.
Berita Terkait
-
3 Pemain Abroad Timnas Indonesia dengan Menit Bermain Terbanyak, Jadi Andalan John Herdman?
-
Eks Anak Asuh John Herdman Dipuji Gelandang Juventus usai Hajar Sassuolo dengan Skor 3-0
-
Jelang El Clasico, Pelatih Persija Soroti Satu Kekuatan Utama Persib
-
Mike Rajasa Tak Lupa Momen Debut Bersama Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
-
Bukan Pelatih Biasa, Nakhoda Timnas Indonesia John Herdman Punya Gelar Doktor Kehormatan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Persib Susah Payah Tumbangkan Persita, Bojan Hodak Beri Penjelasan
-
Geger Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Persita Usai Igor Rodrigues Kena Kartu Merah VAR
-
Kisah Cristiano Ronaldo Berpuasa Ramadan Terungkap Lewat Pengakuan Mantan Rekan Setimnya
-
AC Milan Keok Lawan Parma, Jarak Poin dengan Inter Milan Kini Semakin Lebar dan Menjauh
-
Emil Audero Jatuh Bangun Bendung Roma Sebelum Gawang Cremonese Akhirnya Jebol 3 Kali di Olimpico
-
Arsenal Bantai Tottenham 4-1, Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres Jadi Mimpi Buruk Derbi London
-
Lini Depan Timnas Indonesia Memanas, Striker Rp 43,45 Miliar Berdarah Jogja Siap Geser Ole Romeny
-
Kevin Diks Gagal Bawa Poin, Monchengladbach Terkapar di Markas Freiburg Akibat Gol Rebound Ginter
-
Barcelona Gusur Madrid, Gol Roket Fermin Lopez Hancurkan Pertahanan Levante
-
Inter Milan Siap Balas Dendam, Chivu Sebut Peluang Singkirkan Bodoe Glimt Masih Sangat Terbuka Lebar