- Penjaga gawang diaspora, Mike Rajasa, debut di Piala Dunia U-17 2025 saat melawan Honduras.
- Kekalahan awal dari Zambia (1-3) membuat langkah tim menjadi sangat sulit di turnamen tersebut.
- Kemenangan 2-1 atas Honduras menjadi kenangan manis meskipun Indonesia gagal lolos babak selanjutnya.
Suara.com - Meskipun perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia 2025 telah usai, kenangannya masih membekas kuat di benak para pemain, tak terkecuali bagi sang penjaga gawang, Mike Rajasa Hoppenbrouwers.
Baginya momen tersebut adalah sebuah pengalaman indah yang sarat akan perasaan campur aduk.
Sebagai pemain diaspora paling anyar yang dipanggil, Mike harus bersabar menanti kesempatannya.
Ia hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan saat rekan-rekannya takluk dari Zambia dan Brasil.
Kekalahan dari Zambia di laga perdana, diakuinya, langsung membuat jalan mereka menjadi sangat terjal.
“Tentu sangat disayangkan kami kalah melawan Zambia pada pertandingan pertama dengan skor 1-3. Dan ya, setelah itu semakin sulit untuk lanjut ke babak berikutnya di Piala Dunia U-17 2025,” ujar pemain kelahiran Amsterdam itu dikutip dari YouTube Yussa Nugraha.
Namun, menariknya ia justru memiliki pandangan yang sangat dewasa terhadap kekalahan telak 0-4 dari Brasil. Baginya, itu bukanlah sebuah aib.
“Kalau saya lihat kembali, kalah dari Brasil 0-4 bukan terlalu buruk. Karena, saya melihat Timnas Indonesia U-17 sudah memberikan yang terbaik. Dan Brasil juga akhirnya melangkah jauh di turnamen ini. Jadi, bukan masalah besar jika kalah dari mereka,” lanjutnya.
Kesempatan emas akhirnya datang di laga pemungkas melawan Honduras. Ini bukan sekadar laga biasa, melainkan laga debutnya di panggung dunia, sekaligus partai hidup-mati bagi nasib tim.
Baca Juga: PSSI Kembali Gunakan 'Metode' Shin Tae-yong untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
“Setelah itu, kami bergantung dengan pertandingan negara lain. Saat melawan Honduras, target kami adalah menang dengan gol sebanyak mungkin. Namun, target pertamanya adalah menang,” ujar Mike.
Indonesia berhasil menang 2-1, dan Mike bermain penuh selama 90 menit. Kemenangan ini, meskipun pada akhirnya tidak cukup untuk meloloskan tim, menjadi sebuah kenangan manis yang tak terlupakan.
Perasaan campur aduk antara kebanggaan debut dan kekecewaan karena gagal melaju lebih jauh ia ungkapkan dengan jujur.
“Iya, tentunya ini sangat bagus karena untuk pertama kalinya Timnas Indonesia U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 lewat jalur kualifikasi. Setelah itu, kami diberi tahu kalau kita gagal lolos ke fase gugur,” kata Mike Rajasa.
“Jadi, perasaannya memang campur aduk, tetapi tidak apa-apa. Karena, tentunya ini pengalaman yang sangat indah. Selain itu juga, ini adalah debut saya juga di Piala Dunia U-17, tepatnya pada laga terakhir,” tambahnya.
Ia bahkan masih mengingat dengan jelas detail penampilannya di laga debut tersebut, termasuk beberapa penyelamatan krusial yang berhasil ia lakukan.
"Pada babak awal, saya tidak mendapatkan banyak tugas. Pada babak kedua, Honduras mencoba lebih banyak crossing dan corner," beber Mike Rajasa.
"Jadi, saya mulai mendapatkan banyak tugas. Secara keseluruhan, saya bermain dengan baik. Saya juga menepis tendangan bebas pada babak pertama, dan juga 1 versus 1 yang bagus pada menit akhir. Jadi, ya pertandingannya berjalan dengan baik,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Seleksi Timnas Indonesia U-20 Era Nova Arianto Dinilai Sulit: Banyak Pemain Berkualitas
-
Pemain Keturunan Guinea Akui Susah Payah Bersaing Tembus Skuad Timnas Indonesia U-20
-
Strategi Nova Arianto Cari Pemain Terbaik Timnas Indonesia U-20 Jelang Turnamen Besar Tahun 2026
-
Seleksi Pemain Timnas Indonesia U-20 Sengit, Nova Arianto: Saya yang Minta
-
Nova Arianto Pasang Standar Ketat Ini untuk Calon Pemain Timnas Indonesia U-20
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?