-
Pemecatan Ruben Amorim membuktikan adanya kegagalan sistemik manajemen Manchester United sejak tahun 2013.
-
Konflik antara kebutuhan teknis pelatih dan prioritas komersial klub menjadi penghambat utama prestasi.
-
Klub terus memecat pelatih tanpa memberikan dukungan penuh dalam proses rekrutmen pemain sesuai sistem.
Ironisnya, kabar pemecatan justru muncul saat proses pembangunan tim sedang berjalan dan bukan saat tim mengalami kekalahan beruntun.
Faktor internal manajemen diyakini menjadi alasan utama di balik keputusan yang mengejutkan bagi banyak pendukung setia Setan Merah.
Sejak kepemimpinan keluarga Glazer, operasional klub dinilai lebih condong pada logika bisnis komersial daripada prestasi sepak bola murni.
Kepentingan citra merek dan nilai ekonomi sering kali lebih diprioritaskan dibandingkan kebutuhan jangka panjang dari sisi teknis kepelatihan.
Fenomena ini mengingatkan publik pada ucapan Louis van Gaal yang pernah menyebut Manchester United sebagai klub komersial belaka.
Jose Mourinho juga pernah memberikan pernyataan yang sangat tajam mengenai realitas di dalam klub yang bermarkas di Old Trafford ini.
Ia menyebut keberhasilan membawa United ke posisi kedua pada musim 2017/2018 sebagai pencapaian terbaik sepanjang perjalanan karier profesionalnya.
“Pencapaian terbesarnya dalam karier kepelatihan,” ujar Mourinho saat menggambarkan kesulitannya menangani dinamika internal klub yang sangat tidak mendukung tersebut.
Pernyataan itu secara tidak langsung menegaskan bahwa fondasi klub tetap rapuh meskipun hasil di atas kertas terlihat cukup baik.
Baca Juga: Sosok Darren Fletcher Pelatih Sementara Manchester United Usai Konsultasi dengan Sir Alex Ferguson
Jika dibandingkan dengan Liverpool atau Arsenal, terlihat perbedaan yang sangat mencolok dalam hal kesabaran manajemen membangun sebuah proyek.
Jurgen Klopp membutuhkan waktu yang tidak sebentar di Liverpool sebelum akhirnya berhasil mengubah tim menjadi raksasa yang sangat menakutkan.
Begitu pula dengan Mikel Arteta di Arsenal yang sempat terjerembab di posisi delapan klasemen selama dua musim berturut-turut.
Manajemen Arsenal memilih tetap bertahan pada rencana awal meskipun menghadapi tekanan besar dan kritik keras dari para suporter.
Mereka berani melepas pemain bintang yang tidak cocok dengan visi pelatih demi menjaga integritas sistem permainan dalam jangka panjang.
Manchester United tampaknya tidak pernah benar-benar memberikan waktu bagi seorang pelatih untuk menyelesaikan proyek pembangunan tim secara utuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Pelatih Anyar Chelsea Liam Rosenior: Saya Ini Orang yang Aneh
-
Senyum Lebar John Herdman Tiba di Indonesia Bareng Bang Jay, Bakal Nonton Persib vs Persija?
-
Liverpool dan Tiga Klub Premier League Rebutan Winger 19 Tahun Berbandrol Rp1,97 Triliun
-
Ole Gunnar Solskjaer Makin Dekat Kembali ke Manchester United
-
Debut Manis! Bernardo Tavares Bongkar Strategi Kemenangan Persebaya atas Malut United
-
Tak Mau Seperti Timnas Indonesia, Exco Federasi Tunisia Tolak Patrick Kluivert
-
Final Piala Super Spanyol Barcelona vs Real Madrid, Hansi Flick Sindir Mbappe
-
Gagal Gaet Joao Cancelo, Inter Milan Bidik Wing-Back Brasil Fiorentina Dodo
-
Rekor Tak Tersentuh! Persib Empat Laga Tak Terkalahkan dari Persija, Bojan Hodak Pede
-
Update Klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Usai Persebaya Surabaya Tundukkan MU