-
Erik ten Hag resmi ditunjuk sebagai Direktur Teknik FC Twente mulai Februari 2026 mendatang.
-
Ten Hag akan menggantikan Jan Streuer yang memutuskan pensiun pada akhir musim kompetisi ini.
-
Mantan pelatih Manchester United tersebut menandatangani kontrak jangka panjang bersama Twente hingga tahun 2028.
Suara.com - Langkah mengejutkan diambil oleh Erik ten Hag yang memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Belanda.
Sosok yang pernah menukangi Manchester United ini dipastikan akan merapat ke FC Twente pada Februari mendatang.
Ten Hag tidak akan mengisi kursi pelatih melainkan mengemban tanggung jawab baru sebagai direktur teknik klub.
Kepastian ini muncul setelah pihak manajemen klub mencapai kesepakatan resmi dengan pria berusia 55 tahun tersebut.
Pengumuman kembalinya sang legenda ke Stadion De Grolsch Veste ini memicu antusiasme besar dari para pendukung.
Mantan juru taktik Ajax Amsterdam ini telah menandatangani kesepakatan kerja yang berlaku hingga tahun 2028.
Ten Hag merasa kepulangannya ke klub masa kecil ini merupakan sebuah perjalanan emosional yang sangat mendalam.
“Menurut saya ini sesuatu yang indah dan istimewa bisa kembali ke FC Twente, klub yang sudah saya dukung sejak kecil di Het Diekman,” kata Ten Hag.
Ia merasa memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat karena Twente adalah tempat segalanya bermula bagi kariernya.
Baca Juga: Darren Fletcher Hubungi Sir Alex ferguson, Minta Petuah?
Ten Hag berkomitmen untuk membawa perubahan positif bagi manajemen sepak bola di dalam struktur organisasi FC Twente.
Ia ingin menggunakan seluruh ilmu yang didapatnya saat melatih tim-tim besar Eropa untuk memajukan klub Belanda tersebut.
“Karier sepak bola dan kepelatihan saya dimulai di sini. Dengan pengalaman saya dalam pengembangan pemain muda, pembentukan tim, dan budaya olahraga elite, saya ingin memperkuat fondasi teknis FC Twente bersama Dewan Pengawas, manajemen, dan staf, agar klub ini dapat secara berkelanjutan mewujudkan potensinya sebagai kebanggaan regional,” ujarnya.
Visi utamanya adalah menjadikan Twente sebagai kekuatan sepak bola yang kompetitif secara konsisten di liga domestik.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan standar profesionalitas di departemen teknis dan pengembangan talenta-talenta muda berbakat.
Sebelum memutuskan kembali ke Belanda, perjalanan karier Ten Hag di luar negeri memang mengalami dinamika yang cukup tajam.
Ia sempat mencicipi panasnya kursi pelatih di Liga Jerman bersama Bayer Leverkusen meskipun hanya bertahan singkat.
Ten Hag diberhentikan oleh manajemen Leverkusen pada September lalu setelah hanya memimpin tim dalam tiga laga saja.
Kondisi tersebut terjadi tak lama setelah ia menyelesaikan masa tugasnya bersama klub raksasa Inggris, Manchester United.
Setan Merah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Ten Hag pada bulan Oktober 2024 silam karena performa tim.
Selama masa baktinya yang hampir mencapai dua setengah tahun di Old Trafford, ia sebenarnya mempersembahkan beberapa trofi.
Dua gelar bergengsi yang berhasil ia raih bersama United adalah Piala Liga Inggris serta trofi Piala FA.
Namun performa di kompetisi domestik Premier League musim lalu memang tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi klub.
Pada akhir musim 2022-2023, Manchester United hanya mampu menduduki posisi kedelapan dalam klasemen akhir liga tertinggi Inggris.
Situasi semakin sulit ketika United terpuruk di peringkat ke-14 pada awal musim ini sebelum ia akhirnya diganti.
Setelah Ten Hag hengkang, Manchester United sempat menunjuk Ruben Amorim untuk mengambil alih komando di pinggir lapangan.
Namun kabar terbaru menyebutkan bahwa Amorim juga telah dibebastugaskan oleh manajemen United pada Senin tanggal 5 Januari.
Gejolak di internal United kini tampaknya sudah tidak lagi menjadi beban pikiran bagi seorang Erik ten Hag.
Ia kini sepenuhnya fokus untuk memulai babak baru dalam hidupnya sebagai petinggi di jajaran manajemen sepak bola.
Sejarah mencatat bahwa Ten Hag memang memiliki keterikatan batin yang sangat luar biasa dengan publik FC Twente.
Pria kelahiran Haaksbergen ini tercatat pernah membela FC Twente sebagai pemain profesional dalam tiga periode berbeda.
Ia mengawali langkah pertamanya sebagai pesepak bola sekaligus menutup sepatu di klub yang berbasis di Enschede ini.
Setelah gantung sepatu, ia juga pernah menimba ilmu dan mengabdi di jajaran staf kepelatihan tim tersebut.
Jabatan direktur teknik ini akan menjadi pengalaman baru baginya untuk melihat sepak bola dari perspektif manajerial.
Ten Hag dijadwalkan mulai masuk ke kantor pada awal Februari untuk beradaptasi dengan lingkungan departemen sepak bola.
Ten Hag diproyeksikan untuk menjadi suksesor Jan Streuer yang akan segera meninggalkan jabatannya di akhir musim.
Jan Streuer yang saat ini sudah menginjak usia 74 tahun memang telah merencanakan untuk pensiun dari dunia bola.
Proses transisi ini akan berjalan perlahan agar Ten Hag bisa memahami seluk beluk operasional klub secara menyeluruh.
Sebelum masa-masa sulit di Inggris dan Jerman, publik tentu ingat betapa hebatnya Ten Hag saat melatih Ajax.
Di Amsterdam, ia sukses mendominasi liga dengan tiga gelar juara serta membawa tim melaju ke semifinal Liga Champions.
Kini semua prestasi masa lalu tersebut menjadi modal berharga bagi Ten Hag untuk membangun kejayaan FC Twente.
Manajemen Twente yakin bahwa kombinasi pengalaman lapangan dan visi teknis Ten Hag akan membuahkan hasil manis.
Target jangka panjang klub adalah mampu bersaing dengan tim-tim mapan seperti Ajax, PSV, maupun Feyenoord.
Kembalinya Ten Hag dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur internal klub yang sangat mereka cintai.
Mulai musim depan, kendali teknis sepenuhnya akan berada di bawah arahan tangan dingin mantan bek tengah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Geger Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Persita Usai Igor Rodrigues Kena Kartu Merah VAR
-
Kisah Cristiano Ronaldo Berpuasa Ramadan Terungkap Lewat Pengakuan Mantan Rekan Setimnya
-
AC Milan Keok Lawan Parma, Jarak Poin dengan Inter Milan Kini Semakin Lebar dan Menjauh
-
Emil Audero Jatuh Bangun Bendung Roma Sebelum Gawang Cremonese Akhirnya Jebol 3 Kali di Olimpico
-
Arsenal Bantai Tottenham 4-1, Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres Jadi Mimpi Buruk Derbi London
-
Lini Depan Timnas Indonesia Memanas, Striker Rp 43,45 Miliar Berdarah Jogja Siap Geser Ole Romeny
-
Kevin Diks Gagal Bawa Poin, Monchengladbach Terkapar di Markas Freiburg Akibat Gol Rebound Ginter
-
Barcelona Gusur Madrid, Gol Roket Fermin Lopez Hancurkan Pertahanan Levante
-
Inter Milan Siap Balas Dendam, Chivu Sebut Peluang Singkirkan Bodoe Glimt Masih Sangat Terbuka Lebar
-
Hasil Liga Inggris: Gol Telat Guessand Benamkan Wolves, Fulham Sukses Hancurkan Sunderland