Bola / Liga Inggris
Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:17 WIB
Mikel Arteta dilema usai Arsenal ditahan imbang Liverpool. (Instagram/@liverpoolfc)
Baca 10 detik
  • Arsenal ditahan imbang 0-0 Liverpool pada Jumat (9/1/2026) dini hari WIB, membuat Mikel Arteta kecewa namun bangga.
  • Arteta menyesali kegagalan timnya memanfaatkan dominasi besar yang tercipta terutama di babak pertama pertandingan tersebut.
  • Hasil imbang tersebut memperlebar keunggulan Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris menjadi enam poin, menunjukkan mentalitas juara.

Suara.com - Dilema menyelimuti perasaan manajer Arsenal, Mikel Arteta usai timnya ditahan imbang tanpa gol oleh Liverpool, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB.

Di satu sisi, ada rasa kecewa karena gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Namun di sisi lain, terselip kebanggaan luar biasa melihat mentalitas juara yang ditunjukkan oleh para pemainnya.

Hasil imbang ini memang terasa seperti sebuah kemenangan yang tertunda bagi The Gunners.

Mereka tampil dominan, terutama di babak pertama dan bahkan sukses membuat lini serang Liverpool mati kutu tanpa satu pun tembakan ke arah gawang sepanjang laga.

Namun, dominasi itu steril. Kegagalan memanfaatkan peluang emas di babak pertama menjadi penyesalan terbesar Arteta.

“Kami kecewa karena kami ingin memenangkan pertandingan. Namun secara keseluruhan, dengan dominasi dan situasi yang kami ciptakan di babak pertama, kami seharusnya keluar sebagai pemenang. Itulah margin tipis dalam permainan ini,” ujar Arteta pasca laga dikutip dari The Standard.

“Anda tidak akan bisa mendominasi permainan sepenuhnya melawan sang juara bertahan, karena mereka adalah tim yang sangat bagus."

“Tapi ketika kami berhasil menekan mereka dan menciptakan ruang terbaik untuk mengalirkan bola, menemukan rekan, dan mencetak gol, kami justru tidak melakukannya,” tambahnya.

Baca Juga: Negara yang Diperkuat Gelandang Leicester City Ajak Timnas Indonesia Tanding di FIFA Matchday

Mikel Arteta secara jujur mengakui adanya penurunan performa di babak kedua.

Ia menyoroti banyaknya kesalahan umpan yang tidak biasa dilakukan oleh para pemainnya yang ia duga akibat kelelahan fisik setelah melewati jadwal neraka periode Natal.

“Di babak kedua, kami sangat tidak konsisten dengan bola. Kami kehilangan bola dengan cara yang sangat tidak biasa bagi kami, saya tidak tahu apakah itu karena kondisi lapangan, kelelahan, atau apa pun itu,” jelas pelatih asal Spanyol tersebut.

Namun di balik semua penyesalan itu, Arteta justru memberikan apresiasi tertinggi bagi skuadnya.

Di saat banyak tim rival terpeleset, Arsenal berhasil melewati periode sibuk tanpa terkalahkan dan bahkan memperlebar keunggulan di puncak klasemen menjadi enam poin.

Baginya kemampuan untuk tetap fokus dan meraih poin bahkan saat tidak berada dalam performa terbaik adalah cerminan sejati dari mentalitas seorang juara.

Load More