Suara.com - Pertarungan sengit antara Arsenal melawan Liverpool di Stadion Emirates berakhir tanpa pemenang pada Jumat dini hari WIB.
Hasil imbang nol-nol ini menjadi sorotan utama bagi kubu tuan rumah yang gagal memaksimalkan status kandang mereka.
Laga pekan ke-21 Liga Inggris musim 2025/2026 ini menyisakan perasaan campur aduk bagi manajer Meriam London.
Mikel Arteta secara terbuka mengungkapkan rasa kurang puas atas pencapaian satu poin yang diraih timnya semalam.
Kekecewaan ini muncul karena Arsenal sebenarnya tampil sangat dominan sepanjang jalannya pertandingan babak pertama di London.
"Tentu kami kecewa karena ingin memenangkan pertandingan. Secara keseluruhan, dengan dominasi permainan dan peluang-peluang yang kami ciptakan pada babak pertama, seharusnya kami bisa keluar dengan posisi unggul," ujar Arteta dikutip dari laman resmi Arsenal.
Data statistik dari laman Fotmob menunjukkan betapa besarnya kendali yang dipegang oleh pasukan The Gunners.
Tuan rumah tercatat menguasai jalannya laga dengan persentase kepemilikan bola mencapai angka 60 persen.
Selama paruh pertama, Bukayo Saka dan rekan setimnya melepaskan enam percobaan tembakan ke arah pertahanan lawan.
Baca Juga: Mikel Arteta Dilema Usai Arsenal Ditahan Imbang Liverpool
Sayangnya, dari dua tembakan yang tepat sasaran, tidak ada satu pun bola yang bersarang ke gawang Liverpool.
Mikel Arteta sangat menyayangkan ketidakmampuan para pemainnya dalam mengonversi dominasi menjadi sebuah keunggulan angka.
Sebagai pelatih, ia menilai seharusnya sang juara bertahan liga bisa ditaklukkan lewat skema permainan yang telah dibangun.
Arteta menekankan pentingnya efektivitas di depan gawang lawan saat tim sedang berada di atas angin secara taktik.
Baginya, penguasaan bola yang masif di babak pertama menjadi sia-sia tanpa adanya gol yang tercipta ke papan skor.
Kegagalan memanfaatkan celah di lini belakang The Reds menjadi poin evaluasi mendalam bagi jajaran pelatih Arsenal.
"Ketika bisa menciptakan situasi di mana ada pemain yang berada di ruang bebas untuk mengoper bola, seharusnya cari pemain lain untuk dioper dan masukkan bolanya ke gawang. Namun, kami tidak melakukan itu," tutur dia.
Kondisi permainan mengalami perubahan yang cukup signifikan ketika kedua tim memasuki interval babak kedua di lapangan.
Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut mencermati adanya penurunan kualitas permainan yang ditunjukkan oleh armada tempur London Utara.
Konsistensi yang menjadi kekuatan Arsenal seolah menghilang dan para pemain mulai sering melakukan kesalahan mendasar.
Kehilangan penguasaan bola secara mudah menjadi pemandangan yang membuat Arteta harus berpikir keras di pinggir lapangan.
"Saya tidak tahu kenapa bisa begitu. Mungkin karena kelelahan atau apa. Kami tidak bisa menemukan struktur yang tepat untuk menekan lawan. Akan tetapi, setidaknya kami mendapatkan satu poin. Saya juga mengapresiasi tim atas upaya maksimalnya selama periode Natal. Kami kini berada di posisi yang kuat (di klasemen-red)," kata dia.
Kendala kebugaran fisik pemain diduga menjadi salah satu faktor utama menurunnya intensitas tekanan terhadap tim asuhan Liverpool.
Struktur pertahanan dan pola serangan Arsenal tidak lagi terlihat rapi seperti yang mereka tunjukkan pada awal laga.
Meskipun demikian, tambahan satu angka tetap memberikan kontribusi positif bagi perjalanan Arsenal dalam perebutan gelar juara.
Keteguhan mental pemain selama jadwal padat di periode Natal tetap mendapatkan pujian dari sang juru taktik utama.
Hasil seri ini memastikan posisi Arsenal tetap tidak tergoyahkan di puncak klasemen sementara Premier League musim ini.
Meriam London kini mengoleksi total 49 poin yang dikumpulkan dari 21 pertandingan yang telah mereka jalani.
Keunggulan mereka terhadap rival terdekat, Manchester City, masih terjaga dengan selisih jarak sebesar enam poin.
City yang berada di posisi kedua terus membayangi, namun Arsenal masih memegang kendali penuh di sirkuit juara.
Sementara itu, Liverpool yang berhasil mencuri satu poin kini bertengger di peringkat empat besar klasemen sementara.
Tim asuhan Arne Slot tersebut mengumpulkan 35 poin dari jumlah pertandingan yang sama dengan skuad asuhan Mikel Arteta.
Persaingan di zona Liga Champions tetap sengit mengingat selisih poin di papan atas masih tergolong cukup rapat.
Bagi Arsenal, pertandingan melawan Liverpool ini menjadi pengingat bahwa dominasi tanpa gol tidak akan membuahkan kemenangan.
Evaluasi taktik akan segera dilakukan sebelum mereka menghadapi jadwal pertandingan selanjutnya di kompetisi kasta tertinggi Inggris ini.
Fans di Emirates berharap ketajaman lini serang bisa kembali membaik demi menjaga asa meraih trofi di akhir musim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
-
Nicky Butt Percaya Jose Mourinho Pelatih yang Cocok untuk Tangani Manchester United
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Thomas Tuchel Peringkatkan Phil Foden, Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Belum Aman dari Degradasi, PSIM Yogyakarta Bidik Poin di Kandang Dewa United
-
Dony Tri Pamungkas Jawab Rumor Abroad Ke Eropa Setelah Dapat Wejangan Khusus dari Calvin Verdonk
-
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Ketum FIGC
-
4 Bintang Persija Jakarta Kembali Usai Bela Timnas Indonesia Kini Siap Tempur Lawan Bhayangkara FC