Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:41 WIB
Nova Arianto tak disodorkan sebagai calon asisten pelatih Timnas Indonesia. (pssi.org)
Baca 10 detik
  • PSSI menetapkan Nova Arianto agar fokus penuh melatih Timnas Indonesia U-20, bukan sebagai asisten John Herdman.
  • Nova Arianto dinilai strategis untuk melanjutkan proyek pengembangan generasi penerus skuad Garuda di level U-20.
  • Pencarian asisten pelatih lokal bagi John Herdman kini mengerucut pada nama lain, dengan keputusan akhir diserahkan padanya.

Suara.com - PSSI memastikan bahwa Nova Arianto tidak akan disodorkan menjadi calon asisten pelatih John Herdman di Timnas Indonesia.

Pasalnya Nova Arianto diberi mandat yang tak kalah penting agar fokus penuh menukangi Timnas Indonesia U-20.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Exco PSSI, Sumardji menegaskan bahwa PSSI melihat peran Nova di level U-20 sebagai sebuah proyek yang sangat strategis.

Dengan agenda yang padat di depan mata, federasi ingin Nova bisa berkonsentrasi penuh dalam mempersiapkan generasi penerus skuad Garuda.

“Nova sudah kami plot kan jadi pelatih Timnas Indonesia U-20. Karena kan dia punya tanggung jawab yang cukup besar, karena kan agendanya U-20 ini kan ke depan juga banyak, sehingga dia lebih fokus ke searah sana,” kata Sumardji.

Keputusan ini juga sejalan dengan pandangan banyak pihak yang khawatir filosofi permainan yang telah dibangun Nova, warisan dari era Shin Tae-yong, akan hilang jika ia harus beradaptasi dengan gaya baru di bawah Herdman.

Prestasinya yang sukses membawa Timnas U-17 ke Piala Dunia menjadi bukti bahwa ia memiliki kemampuan mumpuni untuk membangun sistem dari level bawah.

Dengan dicoretnya nama Nova, perburuan untuk mencari tangan kanan lokal bagi John Herdman kini mengerucut pada nama-nama lain, seperti Zulkifli Syukur dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Sumardji menegaskan bahwa PSSI telah menyiapkan banyak nama potensial. Namun, keputusan final mengenai siapa yang akan dipilih akan diserahkan sepenuhnya kepada John Herdman.

Baca Juga: Media Thailand Ungkit Skandal yang Libatkan Pelatih Baru Timnas Indonesia

“Ya tadi saya bilang bukan hanya dua namanya, itu banyak sekali yang akan kita. Saya juga dapat masukan dari beberapa teman-teman yang memang sudah punya lisensi di kepelatihan,” ujar Sumardji.

“Nanti biar kembali lagi, biar dipilih sendiri oleh John mau pilih siapa,” jelasnya.

Sikap PSSI ini menunjukkan sebuah pendekatan baru yang lebih profesional. Mereka menyediakan opsi, namun memberikan wewenang penuh kepada pelatih kepala untuk membangun tim kepelatihannya sendiri, demi menciptakan sebuah staf yang solid dan sejalan dengan visinya.

Load More