- PSSI menunjuk John Herdman, pelatih asal Inggris, untuk memimpin Timnas Indonesia demi meraih target di level Asia.
- Media Korea Selatan menyebut tugas Herdman adalah sukses di AFF 2026 dan kompetitif di Piala Asia 2027.
- Herdman diakui karena rekam jejaknya membawa timnas putra dan putri Kanada lolos Piala Dunia.
Suara.com - PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Sosok asal Inggris yang dijuluki pahlawan Kanada itu dipercaya memimpin Garuda untuk bangkit dari keterpurukan dan menatap target besar di level Asia.
Penunjukkan John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia ini juga jadi sorotan media Korea Selatan.
Salah satu media Korsel menyebut bahwa tugas dari John Herdman tidaklah mudah.
"Dalam jangka pendek, ia ditargetkan meningkatkan performa Garuda pada ajang AFF Championship 2026. Sementara dalam jangka menengah dan panjang, PSSI berharap Herdman mampu mempersiapkan Timnas Indonesia agar tampil kompetitif di Piala Asia 2027," ulas media Korsel, haninpost
Meski begitu, media Korea itu memuji rekam jejak John Herdman sebagai pelatih tim nasional.
"Herdman dikenal luas sebagai pelatih dengan rekam jejak istimewa di level internasional. Ia merupakan satu-satunya pelatih di dunia yang pernah membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke putaran final Piala Dunia,"
"Fakta tersebut membuat ekspektasi publik Indonesia terhadap kepemimpinannya langsung melambung tinggi,"
Nama Herdman melejit ketika sukses membangkitkan sepak bola Kanada.
Ia menangani timnas putra Kanada pada periode 2018–2023 dan mencatatkan sejarah dengan membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, mengakhiri penantian selama 36 tahun.
Baca Juga: Timnas Indonesia Berpotensi Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF 2026
Di bawah arahannya, Kanada berkembang pesat hingga menembus peringkat 40 besar FIFA pada 2021 dan mencatat rekor 17 laga tanpa kekalahan di kualifikasi zona CONCACAF.
Tak hanya itu, Kanada juga tampil impresif di ajang CONCACAF Nations League 2023 dengan menembus partai final.
Prestasi tersebut mengukuhkan reputasi Herdman sebagai pelatih dengan kemampuan membangun tim secara sistematis dan berkelanjutan.
PSSI menilai kekuatan utama Herdman terletak pada kemampuannya membangun fondasi tim dan budaya menang, meski tidak memiliki latar belakang sebagai pemain profesional.
“John Herdman sudah membuktikan bahwa ia mampu menciptakan tim nasional yang kompetitif di level dunia,” demikian pernyataan PSSI.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji