-
Jude Bellingham membantah keras isu konflik internal dengan mantan pelatih Madrid, Xabi Alonso.
-
Xabi Alonso dipecat setelah Real Madrid kalah di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona.
-
Bellingham memberikan penghormatan terakhir kepada Alonso sambil mengecam penyebar berita bohong demi sensasi.
Sebagai informasi, Xabi Alonso sejatinya belum lama menduduki kursi kepelatihan Madrid sejak kedatangannya pada musim panas 2025.
Namun, masa baktinya berakhir tragis setelah Real Madrid menelan kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Kegagalan meraih trofi di turnamen pembuka tahun tersebut membuat manajemen klub kehilangan kesabaran terhadap performa tim.
Tak butuh waktu lama bagi Los Merengues untuk mencari pengganti dengan menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai nakhoda baru.
Keputusan cepat ini memicu munculnya berbagai teori konspirasi mengenai penyebab utama di balik pemecatan mendadak tersebut.
Tekanan kepada Alonso sebenarnya bukan hal baru, karena riak-riak ketidakpuasan sudah tercium sejak bulan November yang lalu.
Muncul kabar burung bahwa sejumlah pemain kunci merasa tidak nyaman dengan strategi dan metode latihan yang diterapkan Alonso.
Nama Jude Bellingham pun terseret dalam pusaran isu karena dianggap merindukan gaya main di era Carlo Ancelotti.
Perubahan peran di lini tengah disinyalir menjadi titik utama penyebab munculnya kabar ketidakharmonisan antara pemain dan pelatih.
Baca Juga: Dipecat Real Madrid, Xabi Alonso Buka Suara: Pergi dengan Kepala Tegak
Padahal, Bellingham sudah pernah memberikan pembelaan secara terbuka kepada Alonso pada akhir tahun lalu di ajang Eropa.
Pada bulan Desember setelah pertandingan melawan Manchester City, Bellingham sempat menegaskan bahwa hubungannya dengan Alonso baik-baik saja.
Ia bahkan menyebut sang pelatih memiliki ikatan emosional dan komunikasi yang lancar dengan seluruh elemen di skuad.
Meskipun begitu, media terus mengaitkan kegagalan tim dengan adanya keretakan komunikasi di dalam ruang ganti Madrid.
Nama Bellingham yang belakangan dihubungkan dengan kepindahan ke Liverpool semakin memperkeruh suasana di mata para pengamat.
Untuk meredam spekulasi tersebut, Bellingham memilih untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan pelatihnya tersebut secara terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas
-
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munich, Atletico Madrid Tantang Arsenal
-
Bojan Hodak Bangga Beckham Putra Nugraha Raih Gelar Sarjana
-
Ukir Sejarah, Ini Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Dua Musim Beruntun
-
PSSI Pastikan Isu 'Pasportgate' Felicia de Zeeuw Sudah Tuntas
-
Asisten Pelatih John Herdman Bocorkan Agenda dan Target Besar Timnas Indonesia
-
Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026
-
Cedera Achilles, Hugo Ekitike Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026
-
Disanksi FA, Harry Maguire Dipastikan Absen Lawan Chelsea
-
PSSI akan Hadirkan Kompetisi Baru untuk Musim Depan, Piala Indonesia?