-
John Herdman resmi menjadi pelatih baru Timnas Indonesia dengan target debut Maret 2026.
-
Fokus utama Herdman adalah membangun ikatan emosional sebelum menerapkan strategi teknis di lapangan.
-
Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi tim kuat Eropa dalam ajang FIFA Series tahun 2026.
Suara.com - Dunia sepak bola tanah air secara resmi memulai babak baru setelah diperkenalkannya nahkoda baru bagi Timnas Indonesia.
John Herdman kini mengemban tanggung jawab besar untuk membawa prestasi Indonesia melambung tinggi di kancah internasional.
Kepastian ini muncul usai pengenalan resmi yang dilakukan oleh federasi di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa pagi.
Masyarakat Indonesia memberikan respons yang sangat positif atas penunjukan pelatih yang memiliki rekam jejak mumpuni ini.
Momentum ini dianggap sebagai tonggak awal transformasi taktik dan mental bagi para penggawa Merah Putih ke depannya.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut mengaku sangat tersentuh dengan keramahan dan semangat luar biasa dari para suporter.
Bagi Herdman, memahami budaya dan ikatan emosional dengan negara adalah langkah pertama sebelum merancang strategi teknis.
Ia memilih untuk tidak terburu-buru dan ingin merasakan atmosfer sepak bola Indonesia secara mendalam sebelum bekerja keras.
Perasaan bangga menyelimuti dirinya saat pertama kali merasakan identitas kebangsaan Indonesia dalam acara perkenalan tersebut secara langsung.
Baca Juga: Alasan John Herdman Anggap Tekanan Suporter Fanatik Timnas Indonesia Sebagai Hadiah Spesial
Keterikatan ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam membangun komunikasi yang efektif antara pelatih dan seluruh pemain.
"Saya rasa langkah awal adalah menyerap semuanya. Menarik napas dulu. Maksud saya, ketika Anda berdiri mendengarkan lagu kebangsaan untuk pertama kalinya, menonton video itu, rasanya nyata," kata John Herdman di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Kalimat tersebut mencerminkan betapa seriusnya ia dalam menjalani peran sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia sekarang.
Bagi sang pelatih, memahami jiwa sebuah bangsa sangat krusial dalam olahraga yang mengedepankan kerja sama tim.
Ia ingin setiap elemen dalam skuad memiliki frekuensi yang sama untuk meraih impian besar di masa depan.
Proses adaptasi ini dilakukan agar transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa mengganggu stabilitas internal tim yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah
-
Cabai Habanero Terpedas Kini Dikembangkan di Indonesia, Apa Keunggulannya Dibanding Varietas Impor?
-
Toyota Tantang Kemampuan Siswa SMK Lewat Donasi Mesin Mobil Kejar Ketertinggalan Dunia Industri
-
Bye Kulit Kering! Ini 5 Pilihan Body Wash Mengandung Hyaluronic Acid
-
Rumah Digeledah KPK, Apa Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal WTP Muara Enim?
-
Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing
-
Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta
-
Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan