Bola / Bola Dunia
Rabu, 15 April 2026 | 21:12 WIB
Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]
Baca 10 detik
  • Eksekutif FIFA mendesak Gianni Infantino meminta Presiden Trump menghentikan operasi imigrasi ICE selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
  • Permohonan moratorium operasi imigrasi bertujuan menjamin keselamatan serta kenyamanan bagi jutaan penggemar internasional selama turnamen berlangsung.
  • Pemerintah Amerika Serikat menegaskan keterlibatan aparat imigrasi tetap menjadi bagian penting dalam sistem keamanan turnamen tersebut.

Suara.com - Federasi sepak bola dunia, FIFA, menghadapi tekanan untuk meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan operasi razia imigrasi selama Piala Dunia 2026.

Langkah ini dinilai penting untuk menjamin rasa aman bagi jutaan penggemar internasional.

Laporan The Athletic menyebut sejumlah eksekutif FIFA telah mengajukan proposal kepada Presiden FIFA Gianni Infantino agar mengajukan permintaan resmi kepada Trump.

Usulan itu mencakup moratorium penuh terhadap operasi Immigration and Customs Enforcement (ICE) selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan kick-off dijadwalkan pada 11 Juni.

Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]

Namun, kebijakan deportasi massal dan pengetatan imigrasi di era Trump memicu kekhawatiran bahwa suporter asing bisa menjadi target aparat.

Gedung Putih menolak mengomentari kemungkinan negosiasi dengan FIFA, namun menegaskan komitmen menyukseskan turnamen.

“Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu acara terbesar dalam sejarah manusia,” ujar juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle dilansir dari Aljazeera.

Di sisi lain, pejabat AS memberi sinyal bahwa aparat imigrasi tetap akan terlibat dalam pengamanan.

Baca Juga: Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah

Pelaksana tugas Direktur ICE, Todd Lyons, menyatakan lembaganya merupakan bagian penting dari sistem keamanan turnamen.

“Kami berdedikasi untuk mengamankan operasi ini dan memastikan keselamatan seluruh peserta serta pengunjung,” kata Lyons.

Lyons juga menolak memastikan apakah operasi ICE akan dihentikan selama pertandingan berlangsung.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah laporan kehadiran agen imigrasi di ajang FIFA Club World Cup sebelumnya di AS.

Meski pemerintah membantah adanya penindakan, sejumlah pihak menilai kehadiran aparat bisa menciptakan rasa tidak aman bagi fans.

FIFA disebut melihat peluang moratorium sebagai langkah strategis untuk meredam kritik sekaligus meningkatkan citra tuan rumah.

Load More