Bola / Bola Indonesia
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:38 WIB
John Herdman punya misi berbeda hadapi dua turnamen yang akan diikuti Timnas Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • John Herdman memiliki strategi berbeda untuk Piala Asia 2027 dan Piala AFF 2026.
  • Piala Asia 2027 akan menjadi fokus utama menurunkan kekuatan terbaik guna mengukir sejarah.
  • Piala AFF 2026 akan dimanfaatkan sebagai ajang eksperimen menguji kedalaman skuad Garuda.

Suara.com - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman telah memetakan strateginya dengan sangat jelas.

Dua turnamen besar yang menanti di depan mata, Piala Asia 2027 dan Piala AFF 2026 akan ia hadapi dengan dua pendekatan dan misi yang sama sekali berbeda.

Bagi Herdman, kedua turnamen ini sama-sama penting sebagai ajang untuk membiasakan para pemain, terutama para diaspora dengan atmosfer dan format turnamen yang sesungguhnya.

"Saya pikir hal terpenting soal turnamen adalah ada beberapa pemain yang belum punya pengalaman turnamen. Mereka baru tampil di Kualifikasi Piala Dunia, jadi bagi beberapa pemain diaspora yang baru mereka perlu merasakan format turnamen," ucapnya dalam konferensi pers.

Namun di balik tujuan umum tersebut, tersimpan dua misi spesifik yang berbeda.

Untuk panggung termegah di Benua Kuning, Piala Asia 2027 Herdman tidak akan main-main.

Ia melihat turnamen ini sebagai panggung ideal bagi skuad Garuda untuk unjuk gigi, menaikkan level, dan mengukir sejarah baru. Ia akan menurunkan kekuatan terbaiknya di ajang ini.

"Dengan kumpulan talenta yang kita miliki, saya percaya Piala Asia menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan level kita dan menciptakan sejarah baru melalui prestasi kita," kata John Herdman.

"Ini adalah kelompok pemain yang sangat berbakat. Ini akan menjadi pengalaman yang menarik bagi mereka," imbuhnya.

Baca Juga: Cesar Meylan Ungkap Deja Vu Kanada di Timnas Indonesia: Garuda Bakal Terbang ke Piala Dunia

Sebaliknya untuk turnamen regional ASEAN Cup 2026, Herdman akan mengusung misi yang berbeda.

Sadar bahwa turnamen ini digelar di luar kalender FIFA, ia akan memanfaatkannya sebagai ajang eksperimen besar untuk menguji kedalaman skuad.

Ia menyamakan situasi ini dengan pengalamannya di Piala Emas CONCACAF, di mana para pemain bintangnya hampir tidak pernah tersedia.

"ASEAN Cup akan berbeda. Sulit untuk mendatangkan pemain Tier-1 dan Tier-2 karena komitmen klub mereka," ucap Herdman.

Karena itu, turnamen ini akan menjadi panggung bagi para pemain dari liga domestik dan pemain lapis kedua lainnya untuk membuktikan kualitas mereka.

"Itulah mengapa memiliki kumpulan talenta yang luas sangat penting. Turnamen ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi saya untuk memahami kedalaman talenta Indonesia yang sebenarnya,” beber pelatih asal Inggris ini.

Load More