- Masa jabatan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir dalam tujuh bulan setelah umpatan keras kepada para pemainnya pada November 2025.
- Alonso memimpin sesi latihan dengan menyebut pemain bertingkah seperti taman kanak-kanak karena gagal menerapkan sistem taktik diinginkan.
- Insiden ini menjadi titik awal keretakan hubungan dengan ruang ganti, meski Mbappe dan Bellingham sempat membantah konflik internal.
Suara.com - Masa jabatan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir tragis hanya dalam waktu tujuh bulan.
Usai pemecatan, terungkap umpatan Xabi Alonso kepada Kylian Mbappe dan kawan-kawan.
Pelatih berusia 44 tahun itu dikabarkan sempat meluapkan kemarahan kepada para pemainnya dalam sebuah sesi latihan pada November 2025, dengan menyebut mereka bertingkah layaknya berada di taman kanak-kanak.
Insiden tersebut disebut menjadi titik awal retaknya hubungan Alonso dengan ruang ganti hingga berujung pemecatan.
Menurut laporan media Spanyol, Marca, ledakan emosi Alonso terjadi saat relasinya dengan para pemain sudah berada di titik kritis.
Ucapan keras itu digambarkan sebagai teriakan keputusasaan, kelelahan, bahkan kebosanan karena para pemain dinilai gagal memenuhi tuntutan taktik yang diinginkannya.
Alonso disebut kesulitan menerapkan sistem pressing agresif yang sukses ia bangun bersama Bayer Leverkusen.
Di Madrid, para pemain bintang justru merasa sesi taktik terlalu berat dan penuh instruksi. Bahkan, beberapa pemain dikabarkan merasa tidak nyaman karena dibombardir arahan dari staf pelatih.
Situasi ini membuka “luka yang tak pernah sembuh”, sebagaimana disebut Marca.
Baca Juga: Liverpool Diingatkan Jangan Tergoda dengan Status Xabi Alonso, Bisa Berakibat Fatal
Para pemain inti seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dilaporkan sulit diyakinkan untuk sepenuhnya dijalankan.
Menariknya, isu pergantian pelatih sudah berembus jauh sebelum Alonso resmi dipecat.
Nama Alvaro Arbeloa, yang saat itu menangani tim B Real Madrid dan rutin hadir dalam sesi latihan tim utama, disebut mulai disukai para pemain.
Meski rumor konflik merebak, Jude Bellingham dan Kylian Mbappe mencoba meredam situasi.
Mbappe menyebut bekerja dengan Alonso sebagai sebuah kenikmatan. Sementara Bellingham dengan keras membantah kabar bahwa ia berseteru dengan sang pelatih.
“Selama ini saya terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu, berharap kebenaran muncul dengan sendirinya. Tapi sejujurnya, ini omong kosong,” tulis Bellingham.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
-
HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
-
Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua