Bola / Liga Spanyol
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:19 WIB
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa [Instagram]
Baca 10 detik
  • Albacete, tim kasta kedua Spanyol, menyingkirkan Real Madrid 3-2 di Copa del Rey pada Rabu (14/1/2026).
  • Jefte Betancor menjadi pahlawan Albacete melalui dua gol pentingnya di menit akhir pertandingan.
  • Kekalahan ini membuat Real Madrid dipermalukan secara daring oleh akun media sosial negara San Marino.

Suara.com - Tim kasta kedua Spanyol, Albacete membuat kejutan dengan mengalahkan raksasa LaLiga, Real Madrid di babak 16 besar Copa del Rey.

Albacete menyingkirkan Real Madrid dengan skor dramatis 3-2 di Stadion Carlos Belmonte, Rabu (14/1/2026) malam waktu setempat.

Penyerang Jefte Betancor tampil sebagai pahlawan kemenangan lewat dua gol krusial di menit ke-81 dan menit ke-94, yang sekaligus mengakhiri langkah Los Blancos di ajang piala domestik.

Usai kekalahan ini Real Madrid jadi olok-olok negara kecil San Marino. Lewat akun sosial media, San Marino menantang Real Madrid untuk bertanding.

"Kami melihat Anda tersingkir oleh tim divisi dua di Spanyol dan Anda kembali mempermalukan diri sendiri," tulis akun San Marino dengan tag akun Real Madrid.

"Saya pikir kami berada di posisi yang tepat untuk bermain melawan Anda; saya pikir kita berada di level yang sama karena kita juga sering mempermalukan diri sendiri. Kami terbuka untuk bermain kapan pun Anda siap. Salam hangat," sambung akun San Marino.

Laga ini sejatinya menjadi momen kebangkitan bagi Real Madrid yang tengah dilanda krisis internal usai pemecatan Xabi Alonso, menyusul kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona.

Namun harapan itu justru berubah menjadi mimpi buruk, terutama bagi Alvaro Arbeloa yang menjalani debutnya sebagai pelatih kepala dengan hasil pahit.

Arbeloa mencoba melakukan penyegaran dengan menurunkan dua pemain muda sejak awal, termasuk Arda Güler dan Franco Mastantuono.

Baca Juga: Baru Latih Real Madrid, Alvaro Arbeloa Bikin Malu dan Kecewa Berat

Meski demikian, masalah klasik Madrid kembali terlihat di babak pertama: minim kreativitas lini tengah dan kurangnya kedalaman serangan.

Albacete memanfaatkan situasi tersebut lewat gol pembuka Javi Villar pada menit ke-30, yang menanduk bola hasil sepak pojok untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.

Real Madrid sempat bernapas lega setelah Franco Mastantuono mencetak gol penyeimbang jelang turun minum.

Gol tersebut juga diwarnai kontroversi, menyusul perdebatan soal eksekusi sepak pojok yang dianggap sudah melewati waktu, mengingatkan pada polemik serupa di final Supercopa.

Memasuki babak kedua, Arbeloa berupaya mengubah jalannya pertandingan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun strategi tersebut gagal membuahkan hasil.

Justru pelatih Albacete, Alberto González, memenangkan duel taktik dengan memasukkan Jefté Betancor, yang langsung mencetak gol pada menit ke-81 untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Drama belum berakhir.

Load More