-
John Herdman mencari pemain keturunan level dunia untuk meningkatkan standar performa Timnas Indonesia.
-
Pelatih baru Garuda berencana mengunjungi Eropa guna memantau pemain bertalenta di liga top.
-
Target utama adalah membawa Indonesia mengukir sejarah baru dengan lolos ke Piala Dunia.
Suara.com - John Herdman sebagai nakhoda anyar menegaskan bahwa komposisi pemain yang ada sekarang masih memerlukan pengembangan.
Pelatih asal Inggris tersebut tidak ingin terpaku hanya pada peninggalan pemain dari periode Patrick Kluivert sebelumnya.
Meskipun sejumlah nama besar tetap dipertahankan, Herdman berkomitmen untuk terus mengeksplorasi potensi pemain keturunan lainnya.
Tujuannya adalah membentuk kesebelasan yang memiliki standar kompetisi papan atas di kancah sepak bola internasional.
Kriteria utama dalam pemilihan pemain di bawah kendali Herdman adalah jam terbang di liga-liga elit.
Ia meyakini bahwa intensitas tinggi dari kompetisi terbaik dunia akan memberikan dampak instan bagi Garuda.
"Ya, saya rasa jika Anda telah melihat perjalanan saya di Kanada bersama tim putra, saya memiliki filosofi yang sangat jelas untuk bersaing di panggung dunia," kata Herdman usai jumpa pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Herdman memandang rekam jejak karier seorang atlet profesional sebagai bukti otentik dari kualitas teknis mereka.
Baginya, pemain yang terbiasa menghadapi tekanan taktis di Eropa adalah kebutuhan mendesak bagi perkembangan Indonesia.
Baca Juga: Jordi Cruyff Lagi Sibuk Cari Pelatih Baru untuk Ajax, Patrick Kluivert Masih Nganggur
Filosofi permainan yang diusung Herdman sangat menekankan pada kecerdasan dalam membaca situasi di lapangan hijau.
"Anda membutuhkan pemain level satu, level dua, pemain yang bermain di lima liga teratas di dunia. Anda membutuhkan pemain yang telah mengalami intensitas, kecerdasan taktis sepak bola dunia, sepak bola internasional," lanjutnya.
Indonesia kini berada pada posisi tawar yang menarik bagi para pemain berdarah campuran di luar negeri.
Popularitas sepak bola tanah air menjadi magnet kuat bagi mereka yang ingin memulai karier di level negara.
"Jadi secara konsisten, saya akan selalu merekrut pemain yang kariernya menceritakan kisah terbaik dan karier sepak bola Anda tidak berbohong. Jika Anda adalah pemain top, Anda bermain di level teratas. Dan Indonesia berada pada tahap di mana orang ingin bermain untuk negara ini," tambahnya.
Radar pencarian kini mulai mengarah pada beberapa nama muda yang sedang naik daun di Benua Biru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Malaysia U-17: Prediksi Line Up dan Taktik Garuda
-
3 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17 yang Siap Bikin Malaysia Merana di Stadion Joko Samudro
-
Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!