-
John Herdman mencari pemain keturunan level dunia untuk meningkatkan standar performa Timnas Indonesia.
-
Pelatih baru Garuda berencana mengunjungi Eropa guna memantau pemain bertalenta di liga top.
-
Target utama adalah membawa Indonesia mengukir sejarah baru dengan lolos ke Piala Dunia.
Sosok Laurin Ulrich yang kini berseragam klub Jerman, VfB Stuttgart, masuk dalam daftar pantauan tim pelatih.
Selain itu, bek tangguh Sunderland, Jenson Seelt, juga dianggap memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Kedua pemain tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang karena usia mereka yang masih sangat produktif.
John Herdman berencana melakukan pendekatan personal untuk melihat kesungguhan mereka dalam membela panji Merah Putih.
Proses meyakinkan pemain hebat untuk berpindah kewarganegaraan bukanlah sebuah perkara yang mudah bagi seorang pelatih.
"Ya, saya rasa tidak sulit untuk melihat di mana pemain top Anda berada. Anda berusaha membawa pemain terbaik ke negara ini. Meyakinkan para pemain tersebut untuk bermain bagi Indonesia adalah langkah besar," terang Herdman.
Namun, ia sangat optimis karena Indonesia menawarkan peluang bersejarah yang jarang ditemukan di negara lain.
Peluang untuk menjadi generasi pertama yang membawa Garuda ke putaran final Piala Dunia adalah daya tarik utama.
“Karena ada banyak peluang bagi para pemain.Tetapi, saya berpikir ketika para melihat pemain dan melihat gairah ini, peluang ini, peluang untuk menjadi grup pria pertama yang meloloskan suatu negara ke Piala Dunia,” tambahnya.
Baca Juga: Jordi Cruyff Lagi Sibuk Cari Pelatih Baru untuk Ajax, Patrick Kluivert Masih Nganggur
Herdman memiliki rekam jejak yang terbukti berhasil dalam urusan menaturalisasi pemain berkualitas tinggi sebelumnya.
Ia mengenang keberhasilannya membujuk Stephen Eustaquio untuk pindah dari tim junior Portugal ke tim senior Kanada.
Kisah sukses tersebut akan coba ia replikasi dalam kerja samanya bersama federasi sepak bola Indonesia, PSSI.
Ketekunan dalam memantau bakat menjadi kunci utama untuk menemukan permata tersembunyi yang bisa memperkuat lini pertahanan maupun serang.
“Jadi saya akan menghabiskan waktu saya bersama orang lain di PSSI untuk bekerja dengan tekun mencari pemain terbaik dan berjanji mereka untuk menjadi bagian dari perjalanan ini, yang akan menjadi salah satu kisah terhebat dalam sepak bola dunia,” jelasnya.
Implementasi dari rencana besar ini akan segera diwujudkan dalam perjalanan dinas ke Benua Eropa dalam waktu dekat.
“Pada akhir Januari, awal Februari, saya akan pergi ke Eropa untuk mengamati lingkungan pelatihan mereka, mendengarkan mereka secara langsung, dan mencari pemain lain yang mungkin siap bergabung,” kata Herdman.
Kunjungan langsung ke tempat latihan pemain dimaksudkan agar ia bisa merasakan atmosfer dan karakter asli sang pemain.
Herdman ingin memastikan bahwa setiap pemain baru yang bergabung memiliki visi dan perspektif yang selaras dengan tim.
"Tapi, ini akan sangat sibuk. Ini adalah waktu yang sibuk dan mendengarkan para pemain, memahami perspektif mereka, adalah hal terpenting pada tahap ini," pungkasnya.
Waktu yang tersisa sebelum bulan Maret akan dioptimalkan untuk menyusun kerangka tim yang benar-benar kompetitif.
Tugas berat sudah menanti karena publik sepak bola tanah air menaruh harapan besar pada pundak pelatih baru.
Agenda FIFA Series 2026 akan menjadi panggung pembuktian awal bagi racikan strategi yang disiapkan oleh Herdman.
Dukungan penuh dari PSSI diharapkan mampu memperlancar urusan administrasi para pemain diaspora yang menjadi target utama.
Integrasi antara pemain lokal berkualitas dan diaspora level elit diharapkan menciptakan harmoni permainan yang solid di lapangan.
Transformasi skuad Garuda kini mengarah pada profesionalisme tingkat tinggi seperti yang diterapkan di negara-negara sepak bola maju.
John Herdman percaya bahwa dengan materi pemain yang tepat, Indonesia bukan lagi sekadar pelengkap di kancah Asia.
Setiap langkah yang diambil saat ini merupakan bagian dari cetak biru besar menuju prestasi internasional yang berkelanjutan.
Semangat juang para pemain dan kecerdikan taktis pelatih akan menjadi perpaduan maut dalam setiap pertandingan mendatang.
Kini seluruh mata penggemar sepak bola nasional tertuju pada perkembangan hasil blusukan Herdman di tanah Eropa nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan