- Arsenal mengalahkan Chelsea 3-2 pada leg pertama semifinal Carabao Cup di Stamford Bridge, Rabu (14/1/2026) malam waktu setempat.
- Analis Jamie Redknapp menyoroti peran Bukayo Saka yang mengganggu ketajaman striker Viktor Gyokeres karena terlalu sering memotong ke dalam.
- Redknapp menilai Arsenal seharusnya bisa menang lebih meyakinkan, namun gol akhir Chelsea membuat leg kedua menjadi sedikit lebih terbuka.
Suara.com - Arsenal selangkah lebih dekat ke final Carabao Cup setelah menaklukkan Chelsea dengan skor 3-2 pada leg pertama semifinal di Stamford Bridge, Rabu (14/1/2026) malam waktu setempat.
Namun di balik kemenangan penting tersebut, analis Sky Sports Jamie Redknapp justru menyoroti satu isu menarik di tubuh The Gunners: peran Bukayo Saka yang dinilai menjadi “masalah besar” bagi penyerang Viktor Gyokeres.
Gol-gol Arsenal dicetak oleh Viktor Gyokeres, Ben White, dan Martin Zubimendi, memastikan tim asuhan Mikel Arteta membawa keunggulan satu gol ke leg kedua.
Kemenangan ini juga memperpanjang momentum positif Arsenal yang saat ini memimpin klasemen Premier League.
Gyokeres sendiri tampil lebih baik dibanding laga sebelumnya.
Penyerang yang diboyong dengan nilai transfer £64 juta itu sempat mendapat kritik tajam dari Gary Neville usai tampil mengecewakan saat Arsenal bermain imbang tanpa gol melawan Liverpool.
Golnya ke gawang Chelsea menjadi yang kedua sejak 1 November, catatan yang dinilai masih jauh dari ekspektasi jika dibandingkan produktivitasnya saat berseragam Sporting CP.
Meski memuji performa Gyokeres, Jamie Redknapp mengungkapkan bahwa ada persoalan struktural dalam permainan Arsenal yang memengaruhi ketajaman sang striker.
Menurutnya, posisi Bukayo Saka di sisi kanan justru kerap membuat Gyokeres frustrasi.
Baca Juga: Hasil Chelsea vs Arsenal: Meriam London Menang Tipis 3-2 di Semifinal Piala Liga Inggris
“Masalah besarnya adalah Bukayo Saka bermain di kanan dan dia kaki kiri. Ketika berada di posisi itu, alih-alih mengirim bola cepat ke depan gawang, dia cenderung memotong ke dalam,” ujar Redknapp di Sky Sports.
Redknapp menilai gaya bermain tersebut berbeda dengan pola umpan silang yang biasa diterima Gyokeres.
“Biasanya dia mendapat suplai dari wing-back kanan berkaki kanan atau wing-back kiri berkaki kiri. Di Arsenal, situasinya berbeda, dan di situlah frustrasi itu muncul,” tambahnya.
Momen frustrasi Gyokeres terlihat jelas ketika ia mengangkat tangan kecewa karena Saka gagal mengirim umpan ke kotak penalti, tak lama sebelum gol Ben White tercipta dari bola muntah kiper Chelsea, Robert Sanchez.
Meski begitu, Redknapp tetap menilai kemenangan Arsenal seharusnya bisa lebih meyakinkan.
Ia menyebut The Gunners “akan menyesal” karena gagal mematikan pertandingan lebih awal.
“Ini adalah laga yang seharusnya bisa mereka menangkan dengan sangat nyaman. Gol Chelsea di menit akhir membuat situasi menjadi sedikit lebih hidup,” katanya.
Arsenal kini unggul agregat 3-2 jelang leg kedua semifinal Carabao Cup. Namun Redknapp menegaskan, hasil ini tetap positif meski menyisakan sedikit penyesalan.
“Sebelum laga, mereka pasti menerima hasil ini. Tapi kenyataannya, pertandingan ini bisa saja sudah selesai,” tutupnya.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Hasil Chelsea vs Arsenal: Meriam London Menang Tipis 3-2 di Semifinal Piala Liga Inggris
-
Tak Dipakai Mikel Arteta, Bek Arsenal Rp1 Triliun Berpotensi Hijrah ke Liverpool
-
Prediksi Semifinal Piala Liga Inggris Chelsea vs Arsenal: Rekor Buruk The Blues di Kandang Sendiri
-
Gus Miftah Nongol di Kandang Arsenal, Doakan The Gunners Juara, Chelsea Minggir Dulu
-
Chelsea vs Arsenal: Mikel Arteta Punya Misi Akhiri Kutukan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
Terkini
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League