Bola / Bola Dunia
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00 WIB
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni saat menghadiri konferensi pers pasca laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2023) malam WIB. [PSSI]
Baca 10 detik
  • Lionel Scaloni bertemu Lionel Messi di Funes pasca libur akhir tahun untuk minum kopi santai.
  • Scaloni menekankan sikap kompetitif Messi menjadi teladan penting yang harus dilanjutkan pemain lain.
  • Pelatih Argentina saat ini memantau sekitar 50 pemain untuk menghindari pencoretan terlalu dini menuju Piala Dunia.

Suara.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, akhirnya angkat bicara menjelang Piala Dunia 2026.

Dalam wawancara bersama AFA Estudio, Scaloni mengungkap isi pertemuannya dengan Lionel Messi serta memberi gambaran mengenai proses penyusunan skuad Albiceleste menuju turnamen akbar tersebut.

Scaloni mengaku sempat bertemu Messi di Funes usai libur akhir tahun. Pertemuan itu berlangsung santai, namun sarat makna.

“Saya bertemu Leo karena kami sedang berada di tempat yang berdekatan. Kami minum kopi. Siapa pun yang mengenalnya tahu bahwa dia tidak pernah bersantai. Dia adalah kompetitor sejati,” ujar Scaloni.

Bawa Argentina Kalahkan Angola, Lionel Messi Cetak Rekor! [Instagram]

Menurutnya, sikap Messi yang selalu siap bermain menjadi teladan penting bagi pemain lain di tim nasional.

“Dia selalu ingin hadir dan bermain. Itu sangat penting bagi rekan-rekannya. Seorang kapten yang bersikap seperti itu meninggalkan warisan besar, dan itu harus diteruskan oleh generasi berikutnya,” lanjutnya.

Namun Scaloni menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut mereka tidak membahas Piala Dunia 2026 secara spesifik.

“Kami tidak bicara soal Piala Dunia. Masih lama. Seperti kata Leo, jangan dibebani. Biarkan dia tetap tenang,” tegasnya.

Terkait persiapan skuad, Scaloni mengungkap bahwa ia saat ini memantau sekitar 50 pemain sebelum menentukan daftar final.

Baca Juga: Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara

Ia belajar dari pengalaman Piala Dunia sebelumnya, di mana beberapa pemain cedera mendekati turnamen.

“Kami tidak boleh mencoret siapa pun terlalu cepat. Karena itu, daftar kami cukup luas,” jelasnya.

Kontributor: Azka Putra

Load More