-
Jayden Oosterwolde divonis penjara satu tahun empat bulan akibat kekerasan di Liga Turki.
-
Insiden penganiayaan menyebabkan direktur stadion Galatasaray mengalami cedera patah leher yang parah.
-
Kasus kriminal ini menutup peluang Jayden Oosterwolde untuk dinaturalisasi menjadi pemain Timnas Indonesia.
"Selain Oosterwolde dan Yandas, mantan dokter klub Fenerbahce Ertugrul Karanlik, mantan direktur Fenerbahce Hulusi Belgu, and Emre Kartal, putra mantan pelatih Ismail Kartal, juga diadili," tulis laporan yang dikutip dari Voetbal Primeur.
Majelis hakim memiliki bukti kuat mengenai kerja sama para terdakwa dalam melakukan aksi pengeroyokan tersebut.
"Di pengadilan, diputuskan bahwa kelima orang tersebut bertindak bersama-sama dan Celikkiran ditendang dan dipukul," kata pengadilan.
Mantan direktur Belgu bahkan dilaporkan melakukan tindakan fisik yang sangat tidak terpuji kepada direktur stadion.
Awalnya, Jaksa Penuntut Umum di Turki menuntut hukuman yang jauh lebih berat bagi para terdakwa.
Tuntutan tersebut berkisar antara dua tahun tiga bulan hingga mencapai batas maksimal enam tahun sembilan bulan.
Meskipun vonis akhir lebih rendah dari tuntutan, hukuman penjara satu tahun tetap menjadi pukulan telak.
Situasi hukum ini dipastikan akan mengganggu konsentrasi dan stabilitas karier profesional Oosterwolde di kancah internasional.
Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi komunitas sepak bola global karena melibatkan tindakan kriminal murni.
Baca Juga: Satu Bek Dipastikan Kieran McKenna Hengkang, Posisi Elkan Baggott di Ipswich Town Aman?
Masalah hukum yang menjerat Jayden Oosterwolde memberikan efek domino terhadap rencana strategis Timnas Indonesia.
Sebelumnya, nama bek serba bisa ini masuk dalam radar pantauan untuk dinaturalisasi demi memperkuat skuad Garuda.
Pelatih John Herdman secara terbuka sedang berburu talenta keturunan di Eropa untuk mendongkrak performa tim nasional.
Dengan adanya status hukum sebagai narapidana, peluang Oosterwolde mengenakan seragam Merah Putih menjadi sangat tipis.
Hukuman ini tidak hanya merusak citra sang pemain, tetapi juga menutup pintu kesempatan membela tanah leluhur.
Proses naturalisasi pemain biasanya memerlukan catatan kriminal yang bersih sebagai syarat mutlak dari pihak pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Legenda Sassuolo Puji Setinggi Langit Performa Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes
-
Andy Robertson Beri Sinyal Tinggalkan Liverpool Musim Panas 2026
-
Prediksi Skor Manchester United vs Manchester City: Ujian Berat Michael Carrick di Derby Manchester
-
Miliano Jonathan Resmi Gabung Excelsior: Berharap Dapat Menit Bermain
-
Lolos Otomatis, Timnas Indonesia U-17 Masuk Pot 2 Drawing Piala Asia U-17 2026
-
Menerka Taktik Carrick Hadapi Pep Guardiola: Kunci Erling Haaland, Mainkan Maguire
-
Pelatih Thailand Senang Tidak Satu Grup dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Kata-kata Thomas Frank usai Pelatih Keturunan Indonesia Gabung ke Tottenham Hotspur
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Berat The Tricky Trees Hadapi Pemuncak Klasemen