Bola / Bola Indonesia
Kamis, 22 Januari 2026 | 09:15 WIB
Kapten Singapura, Hariss Harun ancam Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. (Dok. FAS)
Baca 10 detik
  • Singapura memindahkan laga kandang Piala AFF 2026 dari Stadion Nasional ke Stadion Jalan Besar karena ada Parade Hari Kemerdekaan.
  • Pertandingan penentu grup antara Singapura dan Indonesia akan diselenggarakan di Stadion Jalan Besar pada 7 Agustus 2026.
  • Pemain Singapura menilai Stadion Jalan Besar menawarkan atmosfer lebih intim yang berpotensi memberi tekanan besar bagi lawan.

Suara.com - Timnas Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan berbeda saat melakoni laga tandang melawan Singapura di Piala AFF 2026.

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) telah membuat keputusan resmi untuk memindahkan kandang mereka dari Stadion Nasional yang megah ke Stadion Jalan Besar yang lebih intim.

Keputusan ini diambil lantaran Stadion Nasional akan difokuskan untuk persiapan Parade Hari Kemerdekaan Singapura yang jatuh pada 9 Agustus 2026.

Sebagai gantinya, FAS telah menunjuk Stadion Jalan Besar sebagai markas The Lions selama fase grup.

“Semua pertandingan kandang dalam turnamen ini saat ini direncanakan akan diadakan di Stadion Jalan Besar, yang memenuhi persyaratan Konfederasi Sepak Bola Asia untuk menyelenggarakan kompetisi internasional,” tulis laporan FAS dikutip dari The Strait Times.

Hal ini berarti laga pamungkas fase grup antara Singapura dan Timnas Indonesia pada 7 Agustus 2026 akan digelar di venue berkapasitas 6.000 penonton tersebut.

Keputusan ini justru disambut positif oleh para pemain Singapura, termasuk sang kapten Hariss Harun.

Menurutnya meski kapasitasnya lebih kecil, Jalan Besar menawarkan keuntungan atmosfer yang tidak dimiliki stadion lain.

“Bermain di Stadion Nasional tentu akan sangat menyenangkan, tetapi kami juga memiliki banyak kenangan indah di Jalan Besar,” ungkap Hariss Harun.

Baca Juga: Hoax! Foto Ivar Jenner Photoshoot Pakai Jersey Persija Ternyata Manipulasi AI

Gelandang senior ini bahkan menyebut Jalan Besar memiliki aura tersendiri yang mampu membakar semangat para pemain.

“Kami menyebutnya rumah spiritual kami dan kami selalu mendapatkan dukungan yang baik di sana,” ujarnya lagi.

Hariss Harun secara spesifik menyoroti desain stadion yang membuat jarak antara tribun dan lapangan sangat dekat.

Faktor inilah yang menurutnya mampu menciptakan tekanan hebat bagi tim lawan sekaligus menjadi suntikan moral bagi tuan rumah.

“Tribunnya jauh lebih dekat ke lapangan, jadi meskipun kapasitasnya lebih kecil, para penggemar dapat menciptakan suasana yang sangat baik yang menular ke tim,” jelasnya.

Bagi Timnas Indonesia, ini adalah sebuah peringatan dini. Laga melawan Singapura yang dijadwalkalkan sebagai partai pamungkas fase grup berpotensi menjadi duel hidup-mati perebutan tiket semifinal.

Load More