- Manchester United turun ke peringkat kedelapan klub terkaya dunia versi Deloitte Football Money League musim ini.
- Real Madrid memuncaki daftar klub terkaya dengan pendapatan fantastis mencapai £1,01 miliar musim lalu.
- Enam klub Premier League masuk sepuluh besar, Liverpool memimpin di antara wakil Inggris dengan pendapatan £729 juta.
Suara.com - Manchester United terlempar dari lima besar daftar klub sepak bola terkaya dunia versi Deloitte Football Money League.
Dalam laporan terbaru Deloitte, Manchester United kini berada di peringkat kedelapan, turun drastis setelah performa buruk di era kepelatihan Ruben Amorim.
Posisi United bahkan tertinggal jauh dari Real Madrid yang kembali memuncaki daftar dengan pendapatan fantastis mencapai £1,01 miliar atau setara lebih dari Rp21 triliun musim lalu.
Real Madrid mencatatkan rekor tersebut untuk dua musim beruntun, setelah pada musim sebelumnya menjadi klub pertama dalam sejarah yang menembus pendapatan €1 miliar.
Sementara itu, total pendapatan Manchester United tercatat £692 juta, terpaut lebih dari £300 juta dari Los Blancos.
Meski begitu, beban gaji Real Madrid juga jauh lebih besar. Klub ibu kota Spanyol itu mengeluarkan £446 juta untuk gaji pemain, dibandingkan United yang menghabiskan £353 juta.
Situasi Manchester United diperkirakan belum akan membaik dalam waktu dekat.
Minimnya laga Eropa dan tersingkir lebih awal dari kompetisi domestik diprediksi memangkas pendapatan hari pertandingan yang musim lalu masih mencapai £166 juta.
Namun, pendapatan komersial United tetap kuat dengan raihan £346 juta, menegaskan daya tarik global klub tersebut.
Baca Juga: Manchester United Siap Nego Bruno Fernandes Cegah ke Liga Arab Saudi
Enam klub Premier League masuk dalam 10 besar, dengan Liverpool menjadi yang tertinggi di antara wakil Inggris setelah mencatat pendapatan £729 juta usai menjuarai liga.
Manchester City menyusul dengan £723 juta, sementara Arsenal berada tepat di atas United dengan £717 juta.
Pakar Deloitte, Tim Bridge, menilai kemerosotan United bukan kondisi permanen.
Ia menekankan potensi besar klub dari sisi merek global, namun menyebut perlunya pembaruan fasilitas dan strategi keterlibatan penggemar agar United kembali ke puncak industri sepak bola dunia.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Manchester United Siap Nego Bruno Fernandes Cegah ke Liga Arab Saudi
-
Sejarah Manchester United Siap Diangkat Jadi Serial Drama, Keuntungannya Ditaksir Jutaan Pound
-
Empat Klub Resmi Tersingkir dari Liga Champions, Drama Matchday Terakhir Segera Dimulai Januari Ini
-
Tak Betah di Spanyol? Julian Alvarez Beri Kode Keras Ingin Kembali ke Premier League
-
Trik Cerdik Dominik Szoboszlai Bobol Gawang Marseille Lewat Tendangan Bebas Mendatar yang Mematikan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Justin Hubner Cedera, Timnas Indonesia Siapkan Skenario Alternatif Melawan Mozambik
-
Timnas Indonesia Incar Kemenangan Beruntun vs Mozambik, John Herdman Fokus Benahi Celah Skuad Garuda
-
Head to Head Timnas Indonesia vs Mozambik, Hapus Tren Buruk Lawan Tim Afrika
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Hadapi Mozambik: Pilar Cadangan Unjuk Gigi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday 9 Juni 2026
-
Bikin Heboh Bekasi, Eks Liverpool Daniel Sturridge Mendadak Muncul di Episode 4 Second Chance
-
Pelatih Mozambik Blak-blakan Alasan Tanpa Dua Bintang Eropa Hadapi Timnas Indonesia
-
Jelang Lawan Mozambik, Justin Hubner Masih Jalani Latihan Terpisah
-
Timnas Indonesia vs Mozambik, John Herdman: Jangan Besar Kepala Usai Hajar Oman!
-
Cremonese Tak Permanenkan Emil Audero, Timnas Indonesia Bakal Miliki 2 Wakil di Liga Champions?