-
Presiden Prabowo bertemu Zinedine Zidane dan Theo Zidane di sela agenda Davos.
-
Prabowo memperkenalkan visi "Prabowonomics" sebagai strategi ekonomi inklusif di forum dunia.
-
Kunjungan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi strategis melalui lembaga Danantara.
Suara.com - Momen istimewa terjadi di tengah hiruk-pikuk agenda formal World Economic Forum (WEF) 2026 di Swiss. Prabowo Subianto bertemu Zinedine Zidane
Presiden Indonesia Prabowo Subianto secara mengejutkan membagikan potret kebersamaannya dengan ikon sepak bola dunia.
Zinedine Zidane menjadi sosok pesohor olahraga yang berkesempatan berdialog langsung dengan kepala negara Indonesia tersebut.
Keduanya terlihat sangat akrab dalam unggahan terbaru di media sosial pribadi milik sang Presiden.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni biasa melainkan ruang diskusi hangat antara dua tokoh besar.
"Hari ini di sela World Economic Forum, saya bertemu dan berdiskusi dengan legenda sepak bola dunia Zinédine Zidane yang juga bersama putranya Theo Zidane," tulis keterangan resmi di akun Instagram @prabowo.
Prabowo tidak sendirian dalam agenda yang berlangsung pada Jumat waktu setempat tersebut.
Ia didampingi oleh putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, yang juga terlibat dalam suasana hangat itu.
Kehadiran Theo Zidane, putra sang legenda, menambah warna dalam pertemuan lintas profesi tersebut.
Baca Juga: Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama
Suasana semakin cair ketika mereka berdiri berdampingan untuk mengabadikan momen langka di sela agenda global.
Didit Hediprasetyo yang mengenakan pakaian musim dingin tampak mengambil inisiatif untuk melakukan swafoto.
Kamera ponsel milik Didit menangkap senyuman dari empat orang yang mewakili dua latar belakang berbeda.
Presiden Prabowo ternyata menaruh perhatian besar pada perkembangan talenta muda di dunia olahraga.
Beliau sempat melontarkan pertanyaan mengenai perjalanan karier Theo yang kini sudah beranjak dewasa.
Diketahui bahwa saat ini putra Zinedine Zidane tersebut telah menginjak usia 23 tahun.
Theo memberikan jawaban langsung terkait posisi dan klub yang saat ini sedang ia bela.
Ia mengabarkan kepada Presiden bahwa dirinya sedang memperkuat tim bernama Cordoba di Spanyol.
Klub tersebut merupakan salah satu kontestan yang berlaga di kompetisi kasta kedua Liga Spanyol.
Percakapan ini menunjukkan sisi humanis Prabowo yang tetap peduli pada dunia olahraga internasional.
Interaksi santai ini dilakukan tepat setelah rangkaian agenda padat di meja perundingan ekonomi.
Selain sisi gaya hidup, kehadiran Prabowo di Davos membawa misi besar bagi masa depan Indonesia.
Dunia internasional memberikan perhatian penuh saat sang Presiden memperkenalkan konsep ekonomi baru.
Strategi yang disebut sebagai "Prabowonomics" ini mengedepankan prinsip kesejahteraan sosial secara inklusif.
Prabowo memaparkan visinya di hadapan ribuan CEO global serta para pemimpin pemerintahan dunia.
Visi ini diharapkan menjadi kompas baru bagi arah pembangunan ekonomi nasional yang lebih merata.
Fokus utama dari kebijakan ini adalah penguatan kapasitas manusia melalui program makan bergizi gratis.
Langkah strategis lainnya mencakup percepatan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Penegakan hukum yang tegas menjadi janji Presiden untuk memberikan rasa aman bagi para investor.
Tanpa kepastian hukum, investasi yang masuk ke dalam negeri dinilai tidak akan berjalan maksimal.
Segala kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan rakyat kecil mendapatkan manfaat nyata dari ekonomi.
Presiden menekankan sebuah prinsip penting mengenai hubungan antara stabilitas keamanan dan ekonomi.
Ia mempromosikan peran badan pengelola investasi Danantara sebagai ujung tombak penggerak finansial nasional.
Danantara diharapkan mampu menarik minat kolaborasi strategis dari berbagai lembaga keuangan internasional terkemuka.
Kehadiran Prabowo di Davos kali ini menandai kembalinya pemimpin Indonesia setelah sepuluh tahun absen.
Posisi Indonesia kini semakin diperhitungkan sebagai mitra strategis dalam peta pertumbuhan ekonomi dunia.
Pemerintah berkomitmen untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang mandiri tanpa menutup diri dari dunia.
Kolaborasi internasional tetap dibuka lebar selama memberikan keuntungan yang adil bagi rakyat Indonesia.
Langkah ini mempertegas posisi RI sebagai negara yang berdaulat namun tetap aktif berpartisipasi global.
Pertemuan dengan Zidane menjadi pelengkap citra diplomasi Indonesia yang modern namun tetap santun.
Dengan berakhirnya kunjungan ini, Indonesia membawa pulang banyak potensi kerja sama baru yang menjanjikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Teja Paku Alam Terabaikan Timnas Indonesia, Bukti Kokohnya Lini Belakang Persib?
-
Hasil Super League: Persib Bantai Persik 3-0, Thom Haye Cetak Gol!
-
John Herdman Realistis Soal Pemanggilan Pemain? Ini Analisa Pengamat
-
Jadwal Latihan Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
-
Ada yang Kalah Saing, 4 Pemain Keturunan Era STY yang Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia
-
PSSI Miris Lihat Serangan Rasisme ke Mikael Tata dan Kakang Rudianto yang Mencoreng Fair Play Liga 1
-
Marc Klok Ungkap Pentingnya FIFA Series 2026 untuk Timnas Indonesia
-
Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia
-
3 Faktor yang Bikin Elkan Baggott Rawan Jadi Titik Lemah Timnas Indonesia
-
PSSI Tegaskan Larangan Away Suporter Bisa Berlanjut Selamanya Jika Kerusuhan dan Perusakan Fasilitas