- Presiden Prabowo Subianto akan mempresentasikan gagasan "Prabowonomics" dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
- Konsep ekonomi ini berfokus pada penguatan kedaulatan, stabilitas nasional, serta kemandirian energi dan pangan Indonesia.
- Kehadiran Prabowo menandai kembalinya pemimpin Indonesia di forum Davos setelah absen selama satu dekade sejak 2011.
Suara.com - Panggung ekonomi dunia di Davos, Swiss, akan menjadi saksi debut sebuah gagasan ekonomi baru dari Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk menyampaikan pidato khusus di World Economic Forum (WEF) 2026, mengusung tema besar yang kini menjadi sorotan, "Prabowonomics".
Kehadiran Prabowo ini menandai kembalinya pemimpin Indonesia ke forum paling bergengsi tersebut setelah absen selama satu dekade, memberikan sinyal kuat arah kebijakan ekonomi nasional di mata para pemimpin dan investor global.
Istana Kepresidenan pun memberikan sedikit bocoran mengenai esensi dari konsep yang akan dipaparkan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Prabowonomics berakar kuat pada upaya untuk memperkokoh kedaulatan dan kemandirian ekonomi bangsa.
"Mungkin kedaulatan atau kemandirian itu juga menjadi hal penting dari makna Prabowonomics itu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menurut Prasetyo, Prabowonomics adalah sebuah tema besar yang memuat sejumlah pilar utama. Salah satu fondasi terpenting adalah menjaga stabilitas nasional, yang diyakini menjadi prasyarat mutlak agar roda perekonomian dapat berputar kencang dan berkelanjutan. Tanpa stabilitas, agenda besar lainnya mustahil tercapai.
Lebih dalam, konsep ini menekankan kemandirian di sektor-sektor yang dianggap paling strategis bagi hajat hidup bangsa, yakni pangan dan energi.
Agenda yang selama ini telah digaungkan, seperti swasembada pangan dan energi, akan menjadi napas utama dalam implementasi Prabowonomics. Tujuannya, mengurangi ketergantungan pada impor dan membangun ketahanan ekonomi dari dalam negeri.
"Termasuk misalnya berkenaan dengan kita kemandirian dalam hal pangan, dalam hal energi, yang selama ini kan istilahnya kita pergunakan adalah swasembada pangan maupun energi dan seterusnya," kata dia sebagaimana dilansir Antara.
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis WEF, Presiden Prabowo akan naik podium pada pukul 14.00 waktu setempat (CET) atau sekitar pukul 20.00 WIB.
Baca Juga: Laporan Suara.com dari Davos: Prabowo Tiba, Didit dan Gusti Bhre Mampir ke Paviliun Indonesia
Momen ini sangat dinantikan, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di dunia.
Dalam susunan acara, pidato Prabowo diapit oleh sejumlah pemimpin dunia lainnya, menunjukkan betapa strategisnya sesi ini.
Ia akan berbicara setelah Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb. Sementara itu, Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa dijadwalkan menjadi pembicara setelahnya.
Kembalinya Indonesia ke forum Davos memiliki nilai historis. Presiden terakhir yang berpidato di ajang ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2011, yang kala itu mengangkat isu ekonomi hijau.
Absennya Indonesia selama 10 tahun membuat pidato Prabowo kali ini menjadi sorotan utama untuk melihat arah baru kebijakan ekonomi Indonesia.
World Economic Forum sendiri merupakan pertemuan tahunan yang mempertemukan para elite global, mulai dari pemimpin negara, praktisi bisnis, ekonom, hingga akademisi, untuk mendiskusikan tantangan dan proyeksi ekonomi dunia.
Di sela-sela agenda utama, kemungkinan adanya pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dengan pemimpin negara lain masih dalam tahap konfirmasi. Pihak istana menyatakan akan memeriksa lebih lanjut jadwal tersebut.
"Kami belum tahu, nanti kami coba cek ya," pungkas Prasetyo.
Berita Terkait
-
Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara
-
Laporan Suara.com dari Davos: Prabowo Tiba, Didit dan Gusti Bhre Mampir ke Paviliun Indonesia
-
Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra Usai Jadi Calon Bos BI
-
Purbaya Minta Pegawai DJP Tak Takut Tagih Pajak: Kita Bekingnya Presiden Langsung!
-
Janji Menkeu Purbaya: Tak Akan Peras BI Meski Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Apa Fungsi Utama Serum Wajah? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Flek Hitam
-
Cinta Tanpa Batas atau Tanpa Akar? Relasi Antarbudaya di Era Globalisasi
-
Jawab Keluhan Warga Maros, Gubernur Sulsel Gelontorkan 239 Miliar di Jalan Moncongloe
-
Bukan Cuma Kualitas, Fenomena Bangku Kosong SD Negeri Bukti Gagalnya Perencanaan Pendidikan
-
3 Serum Viva yang Aman untuk Ibu Hamil, Wajah Tetap Glowing Tanpa Takut Bahayakan Janin
-
12 Shade Cushion Wardah untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Bebas Abu-abu
-
6 Motor Baru dengan Harga Terjangkau di Indonesia: Ganteng ala Vespa, dari Hybrid hingga Listrik
-
Polda Metro Jaya Diminta Usut Dugaan Penipuan Rp3 Miliar
-
Drama Straight to Hell, Ketika Rasa Takut Seseorang Dijadikan Bisinis Gelap
-
Harta Ketua DPRD Bone Disorot, KPK: Kalau Tidak Benar Kami Tindak